Social Icons

Pages

Minggu, 27 September 2015

Alam Wawai


Setelah menjalani rutinitas yang menjemukan dan menghadapi minggu yang sibuk, ini saatnya untuk melepaskan lelah dan berekreasi bersama! Ada satu tempat di Bandar Lampung yang bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi dan berkumpul bersama orang-orang terkasih, yaitu Alam Wawai. Kali ini Bandar Lampung punya tempat dengan mengusung nama tempatnya menggunakan bahasa Lampung – wawai yang artinya baik, juga bisa diartikan indah. Jadi, Alam Wawai diartikan sebagai alam yang indah. Alam Wawai merupakan taman yang ramah lingkungan, sesuai dengan branding-nya : eco friendly park.

Terletak di daerah dataran tinggi kawasan Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, pemandangan yang sejuk dan menentramkan langsung terasa begitu memasuki Alam Wawai. Tanaman yang hijau tertata rapi, membuat suasana dan perasaan ikut sejuk dan tentram. Beralaskan rumput dan beratapkan langit, berada di Alam Wawai membuat kita merasa dekat dengan alam dan takjub akan keindahannya. Ada bangku-bangku dari kayu yang bisa jadi tempat untuk duduk-duduk menikmati pemandangan alam. Juga ada yang unik, yaitu tempat pembuangan sampah yang dibuat dari plastik dan bambu, di-design dengan cantik dan hampir di setiap pojok tempat disediakan tempat sampah agar pengunjung bisa tertib membuang sampah pada tempatnya. Di kejauhan kita juga bisa melihat pemandangan hijau kota Bandar Lampung di kawasan Sukadanaham yang masih asri. Juga ada pemandangan teluk Lampung yang dapat kita nikmati, berpadu dengan birunya langit.

Setelahnya kita bisa berjalan menuruni undakan-undakan hijau yang juga ditanami berbagai bunga. Saat akan menuruni jalan, kita bisa melihat camp site yang tersusun rapi dengan tenda-tenda seperti suku indian, membuat kita tidak sabar untuk menuju tempat kemah dan mengabadikan momen di sana. Tak hanya tenda di tempat kemah yang bernuansa indian, toiletnya pun dibentuk seperti ada di pedalaman dengan desain pintu ada jerami rumbai-rumbai. Awalnya bingung buka pintunya gimana dan sedikit risih dengan hiasan rumbai-rumbainya (kesannya jadi gak bersih dan beneran kayak lagi kemah dan masuk ke suku indian), tapi kebersihan toiletnya terjaga. Pun ada musholla dengan menggunakan tenda. Konsep taman ramah lingkungannya benar-benar terasa.


Puas berjalan-jalan, atau sesekali bertemu anak-anak yang sibuk berlarian, saat lapar kita bisa mengunjungi kantin kecil di Alam Wawai. Masih menggunakan tenda besar dengan dihiasi temaram lampu-lampu kecil, membuat kantin ini terlihat romantis (atau mata saya saja yang meilihatnya begitu :D). Harga makanan yang ada di sini masih rasional, mengingat biasanya kalau di tempat wisata harga makanan menjadi mahal, tapi di sini harganya standar dan lumayan menolong perut yang keroncongan. Ada mi seduh, jagung bakar, roti bakar, nasi bakar, ayam bakar. Kebetulan saat ke sana sedang hujan, jadi saya dan teman-teman berteduh di tenda kantin. Karena suasana dingin, jadilah perut lapar dan tergoda untuk pesan makanan, dan rasanya juga lumayan. Entah karena lapar :D.



Saat sampai di bawah, akhirnya bisa bertemu juga dengan objek foto berikutnya: yaitu tempat kemah. Di Alam Wawai ini juga digunakan sebagai tempat kemah. Saya sendiri belum pernah mencoba untuk kemah :D, jadinya dijadikan tempat berpose saja dulu. Ada juga ruang terbuka berbentuk lingkaran dengan undakan yang bisa digunakan sebagai tempat menonton konser. Terakhir ada acara konser Mocca di sana. Sayangnya saya nggak bisa nonton karena terkendala tempat dan waktunya yang malam.


Dengan harga masuknya Rp. 20.000 di akhir pekan, Alam Wawai menawarkan pilihan untuk yang ingin berekreasi dan dekat dengan alam. Tatanan tamannya yang apik membuat tempat ini sesuai dengan branding-nya : Alam Wawai – an eco friendly park. Hanya saja untuk akses kendaraan ke sana yang masih terbatas harus menggunakan kendaraan pribadi dan jalan masuknya yang sempit. Tapi begitu sampai di sana, that’s worth it. 

27 September 2015
19:27

1 komentar:

 

Sample text

Sample Text