Social Icons

Pages

Minggu, 16 Juni 2013

Keep Doing Good!

Saya lupa kapan awal persisnya ada bude penjual sayur yang mangkal di samping teras rumah. Sepertinya dari saat saya masih kuliah. Tidak jadi masalah, toh kehadiran bude sayur malah membantu orang rumah yang suka malas keluar-keluar, jadi kalau mau beli sayur & mau masak, jadi lebih praktis tinggal keluar beberapa langkah, langsung dapat bahan makanan yang siap diolah. Bude sayur ini selalu mangkal di pagi hari, sekitar dari pukul 7 sampai setengah 10. Tidak setiap hari orang rumah belanja sayur, namun kadang di saat lagi mau beli sayur, eh bude sayurnya tidak datang. Kalau bude sayur tidak datang, bisa berarti saat itu hari hujan sehingga bude tidak berjualan, atau anaknya ada yang sakit, atau budenya yang sakit. Tapi seringkali bude sayur tidak datang karena cuaca hujan. Yah, kalau hujan , jualan bude jadi basah dan bude pun ikut kebasahan karena di halaman rumah hanya ada atap kecil yang bisa melindunginya dari hujan. Tak jarang pula bude terjebak hujan. Saat Subuh ia belanja ke pasar, langit tidak menunjukkan tanda akan hujan, dan saat dia sampai di tempatnya berjualan, ternyata hujan sudah mengguyur pagi. Kalau sudah begitu, kadang bude tetap menggelar jualannya. Saat hujan dan ada bude sayur yang berjualan, biasanya nenek saya meminta saya untuk membukakan rolling door di samping rumah, agar bude sayur bisa sedikit masuk dan tidak kehujanan. Tak hanya itu, nenek juga suka membuatkan bude sayur teh panas (padahal terkadang untuk membuat teh untuknya, nenek meminta tolong dibuatkan saya). Kala itu di pagi hari kalau tidak ada jam kuliah, tentunya saya masih lengket di tempat tidur, terlebih lagi kalau hujan, sementara nenek saya sibuk membuatkan teh hangat untuk bude sayur. Sempat terpikir : "kenapa nenek saya kepikiran untuk membuatkan teh yaa, sementara saya malah masih bermalas-malasan di kamar." Sampai suatu hari kembali hujan,bude sayur berjualan di teras samping rumah, nenek menyuruh saya untuk membuatkan teh dan berkata : "itu mbok bude sayur dibuatin teh...biar tubuhnya anget. Ujan-ujan gini kan enak nge-teh to...."

 =================================================================

Pagi ini hujan lagi. Sepertinya hujan dari Subuh tadi. Dan bude sayur tetap berjualan, padahal beberapa hari kemarin dia tidak berjualan. Modalnya terpakai katanya. Pagi ini hujan. Dan tidak ada lagi nenek di rumah. Tiba-tiba saya ingat apa yang selalu dilakukan nenek saya ke bude sayur kala hujan. Saya, yang tadi pagi saja malas-malasan bangun untuk merebus air dan membuatkan teh untuk mami, kali ini beranjak ke dapur, memanaskan air dan kembali membuat teh dengan semangat. Sampai mami bertanya : "loh mbak, kok buat teh lagi?" Dan saya pun menjawab : "ini buat bude sayur , mi..." Mungkin mami heran liat anaknya pagi-pagi kesambet apaan kok udah peduli sama orang (ini sih cuma perkiraan saya saja). Saat membawakan teh panas  ke depan, saya pun bilang : "ingat ibok, mi... :)" (saya memanggil nenek saya ibok)

 Ya, hal kecil sebenarnya, hanya hal kecil dengan membuatkan teh panas di kala hujan yang dicontohkan nenek saya. Hal kecil yang juga bernilai kebaikan. Pernahkah kamu merasa capek untuk melakukan hal-hal baik? Sepertinya kita telah berbuat baik, tapi hasilnya begitu-begitu saja. Kita sudah berbuat baik, tapi tetap dikecewakan, tetap merasa tersakiti, tidak dihargai. Tapi hey, jangan sedikitpun berpaling dari hal-hal yang baik. Tetap pasti akan ada yang kita petik dari kebaikan-kebaikan tersebut. Dan dengan melakukan kebaikan, siapa tahu kebaikan kita itu pun ditiru, dilakukan juga oleh orang lainnya, seperti kebaikan yang dicontohkan oleh nenek saya, dan saat beliau sudah tiada, saya ingat apa yang dilakukannya dan menerapkannya. Ini juga jadi pengingat buat saya untuk terus melakukan hal-hal baik. Let's keep doing good! Insyaallah kebaikan kita bisa bermanfaat.


June 17th, 2013
10:13 a.m.

To Be Loved

...btw, udah punya album terbaru buble belon, neng? kalo belon, mau aye drop box-in nggak, neng?


Whoaa... Seseorang mengirimi pesan ke saya *sebut saja dia kakak* dan begitu dapet pesan ini rasanya mau jumpalitan, senangnyaaaah! :))Tapi saat itu saya malah kalem jawab:
 iiih,drop-in abang buble-nya aja bisa gaak? :D
Begitulah kelakuan dikasih ati malah minta ati-ati lainnya, dan meskipun gagal mendapatkan paket abang Bublé-nyah *minta ditampol ama Mpok Lu (bininya Bub)*, cukup dapet kumpulan suaranya bang Bublé seablum yang bertajuk "To Be Loved" tapi udah bikin senaang! Dan senangnya lagi, karena ada juga yang ingat kalau saya cincah banggeeeth ama bang Bubléh *yaa gimana gak ingat kalo setiap posting lagunya selalu kasih deskripsi : Oh, yes you're my everything Bub, atau pas posting lagu Lost : I'm lost without you, Bublé...  dan seterusnya-dan seterusnya* Jadi gak heran kalau seluruh dunia juga tahu gilanya saya sama abang (gak pake none) satu itu. Saat itu tak henti-hentinya senyum menghiasi wajah saya yang bikin saya terlihat more lovely :p, tersenyum juga demi melihat pesan lain persis di bawah pesan kakak : ada pesan dari suami kakak *sebut saja bang R* Ooh, I think they are truly destined together deh, ampe kirim pesan ke saya aja timing-nya hampir bersamaan. Dan sangat senang masih bisa keep in touch sama pasangan yang menurut saya bikin iri, sekaligus sangat disayangi ini: ya, kakak & Bang R, how I want to catch them up again, to share & laugh together like we did last time :)
===================================================================

Pernahkah kamu bertemu seseorang hanya dalam hitungan jam tapi bisa meninggalkan kesan yang mendalam? Saya pernah. Ya, kebersamaan selama beberapa jam saja di hari pernikahan mereka (kakak & bang R) menjadi pengalaman yang tak terlupakan buat saya.  Sebelumnya belum pernah bertemu  (hanya sebatas berhubungan lewat jejaring sosial saja),
begitu pula saat kakak mengundang saya di pernikahannya yang disampaikan lewat pesan juga, tapi saya sangat excited untuk hadir di momen istimewanya, yang ternyata disambut hangat oleh kakak, juga bang R. Dari pertemuan kita (juga obrolan singkat di pesan-pesan), karakter yang saya
tangkap dari mereka berdua: Kakak, orangnya rame, ramah, & hangat. Dia bisa mencairkan suasana dan sangat menyenangkan. Bang R, dia sangat menghargai orang (masih ingat gimana bang R di acara pernikahannya gak henti-henti bilang "terima kasih, terima kasih..." ke para tamu), bang R juga mau belajar buat mingle sama siapa saja yang ada di lingkungan kakak, itu . Dan yah,  berada di dekat mereka berdua siap-siap saja dibuat iri melihat cinta-cinta mereka bertebaran di udara (langsung pake efek balon-balon cinta beterbangan di udara), tapi beneran, their love energy could be felt by people surround them, which is pure & strong! Nanti kalau ada kesempatan bertemu lagi, rasanya pengen nanya : nih pasangan pernah berantem kagak sih? Kayaknya stay sweet muluu.. :p

Hhhm... menulis tentang mereka membuat memori saya memutar apa yang terjadi di kala itu. Jadi ingat nervous-nya kakak waktu hari -H tiba. Berbeda dengan malam sebelum hari H (ya, I spent d'night w/ d'bride), kakak sih masih bisa stay cool. Eh pas udah Subuh, baru deh dia ngaku : "duuh, kok deg-degaan..." :D . Trus beberapa jam kemudian, bang R dateng & bukannya sibuk pake kostum, dia malah sibuk motoin pasangan pengantinnya (emang gokil nih pasangan). Di situ baru saya berkenalan langsung sama bang R. Dan saya masih ingat saat-saat menjelang akad, saat kakak udah jalan duluan ke masjid, dan bang R masih stay di rumah dan saya menawarkan diri buat dengerin dia ngucapin kalimat akad. Dia bilang dia kesulitan di beberapa kata, tapi tetep berusaha merapal kata-kata yang tertera. Dan alhamdulillah, akad nikahnya berjalan lancar.

Masih inget juga percakapan kita yang bikin kita ketawa-tawa. Iya, saat itu setelah acara resepsi pernikahan, saat kakak sibuk bersihin riasan, sementara bang R duduk di pojokan. Setelah ngobrol-ngobrol singkat (ngobrolin makanan kesukaan, ngobrolin macet, ngobrolin nama anak mereka nanti, dan lainnya), dan saya, yang penasaran sama konsep lamaran bang R ke kakak kala itu langsung saja bertanya : "hey R..could you tell me how you can be so romantic, proposed her on the air balloon? How sweet!" Dan yang ditanya malah ketawa-tawa : "I'm not that romantic. Just do what I should do since she often ran away whenever I planned to propose her." :DD jadi, si kakak dilamar di atas balon udara biar kagak bisa kabur. bang R Cerdaaas! :D Saat kita ketawa-tawa, si kakak pun langsung nyamber : "pada ngomongin aku yaa? iih..." dan malah tambah jadilah tawa kita di senja yang menjingga. Dan saat hari bergulir malam, waktunya untuk berpisah, saya dibanjiri ucapan terima kasih (such a pleasure when my presence is appreciated by them) dan saya cuma bilang : "Will we meet again? How if you visit my town which has so many beautiful beach, & free from traffic jam!" :) | "Sure. Someday. We'll meet again someday."

Ohya, pertemuan pertama itu kejadian di sekitar satu setengah tahun yang lalu, dan setelah  itu time flies in our own track. Setelahnya, paling kontak-kontakan pas di momen ulang tahun, anniversary, sampai baru-baru ini : dapet kiriman Bublé~~~ :))) Teruus, pesan yang saya dapat dari bang R, dia bilang kalau dia dan keluarga kecilnya *ciyeeeh, sekarang bang R jadi yang paling ganteng di tengah keluarga kecilnya, coz he's a father of a big baby girl now! Congratss* ada rencana mau mudik & he said: "If we do it would be nice to meet up again, don't you think? Talk to you later" Woow, of course  i do want, too! Senang deh rasanya masih diingat sama pasangan romanciis inih, senang juga they are still kind and warm to me! Can't wait to meet you all : and now plus the cute baby girl! Must be lotta fun! Dear kakak, bang R, & d'baby, stay good! Wish to see you soon, at Bublé's concert maybe? xoxoxo teteup deh ah! Dan seharian ini saya pun ditemani sama alunan suaranya bang Bublé.... whoaaa, whatta feeling to be loved............. by Bublé!  
*kemudiandilabrakMpokLuyangtengahhamilgedee* Dah aaah! Bubblheeey and see youu! 


June 16th, 2013
11:00 p.m.

Note : wanna take a look "keisenganku" buat mereka, boleh nih tak kasih liat :) :




 Gambar 1 : lagi seneng-senengnya mewarnai terus nemu gambar sepasang tedy bear pas di wedding anniversary. Jadilah saat itu saya iseng kirimin via message.

Gambar 2 : lagi kurang kerjaan, terus bikin kartu ucapan buat si big baby girl!

 Gambar 3 & 4 : finally Bublé finds his way to go home! Yeaaaay, lupakan Lusiana,lupakanlah diaaa! *stresss* ehiya, makasih yaaah kakak buat Bublé-nyaaa! :))

Sabtu, 15 Juni 2013

Lihatlah Lebih Dekat

Buat kamu yang terjebak dalam badan dan pemikiran yang masih bocah juga di era 90-an, pasti kamu tau dong doong sama judul pos saya kali ini mengingatkan pada apa? Dan buat yang saat ini masih bocah (dan sudah bisa baca dan punya blog), gak ada salahnya buat menyimak apa yang akan kakak tuliskan *tsaaah*dikata kak Seto kali aah*dah ah lanjut nuliis* Okeh, kali ini saya mau nulis tentang lagu jaman saya masih bocah, jaman masih ingusaan *eh sekarang juga masih ingusan ding*, mmmh, jaman masih inosyen inosyen-nya *alias luguu*, jaman everything seemed so simple : mau main yaa tinggal nyamperin ke rumah temen terus teriak : "Dindaaa, main yuuuk!", mau berantem tinggal pelototin anak orang, mau nangis tinggal nangis sesuka hati terus diem sendiri, mau belajar tinggal tunggu hidayaah *apaasih aah*, yah pokoknya semuanya tuh sederhana saja jalannya, gak ada itu ribet-ribeet dah. Naah, saat saya menyandang bocah gaoel era 90-an, saya (dan mungkin kamu-kamu juga) pada tau dong sama film "Petualangan Sherina"? Gak perlu dijelasin lagi deh ya perihal film Petualangan Sherina ini (karena saya yakkin, kalian juga pada gaoel, bahkan lebih gaoel dari saya). Kali ini saya mau membahas salah satu lagu yang ada di Petualang Sherina. Ini dia lagunya *bagian yang bercetak hijau merupakan lirik favorit saya, yang juga alasan buat saya menulis ini*:


Lihatlah Lebih Dekat


Hatiku sedih

Hatiku gundah

Tak ingin pergi berpisah

Hatiku bertanya

Hatiku curiga

Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini

Sahabat yang selalu ada

Dalam suka dan duka

Sahabat yang selalu ada

Dalam suka dan duka


Tempat yang nyaman

Kala terjaga

Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih

Pergilah resah

Jauhkanlah aku dari

Salah prasangka
Pergilah gundah

Jauhkan resah

Lihat segalanya lebih dekat

Dan ku bisa menilai lebih bijaksana


Mengapa bintang bersinar

Mengapa air mengalir

Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat

Dan ku akan mengerti
 Berkali-kali jaman kecil saya memutar film ini, yang berarti juga mendengarkan lagu ini, tapi baru-baru ini saya menyadari lirik lagunya yang ngenaa sekali *hiyaaa, kemana aja..?* Lagu yang sederhana, lirik yang sederhana pula, tapi buat saya, sungguh dalaam maknanya. Seringkali di saat kita merasa sedih, sepi, gundah gulana, dan di era sekarang sering disebut "galau", lantas semuanya terasa sempit sekali, suram, gelap seketika. Tapi heeey, masa kita mau-mauan kalut dalam kegalauan? Rugi bangeet deh ah! Dan yah, dari lagu ini, lagu masa bocah saya, saya seperti menemukan sebuah mantra sakti mandra guna: mantra kibas galau! yeaaaaay!

Oya, menurut saya judul lagu ini juga meaningful looh : Lihatlah Lebih Dekat. Kalau sedang dirundung masalah, coba deh dilihat masalahnya seperti apa, coba ditelusuri asal usul masalahnya seperti apa, agar bisa ketemu bagaimana solusinya, atau kalau belum ketemu solusinya, setidaknya kita bisa berdamai dengan masalah itu sendiri. Begitupun dengan apa yang dirasa. Kalau kita merasa sedih, terpuruk, coba dilihat lagi apa yang menjadi penyebabnya. Coba kita lihat juga keadaan orang-orang sekitar yang boleh jadi hidupnya malah lebih berat dari kita, tapi tetap bisa menjalani hidup dengan baik dan tersenyum :).
  Lihat segalanya lebih dekat dan ku bisa menilai lebih bijaksana :)))
 *Lihatlah saya lebih dekat, dan kau akan mengerti......*mengerti betapa memesonanya sayaa*muahahahha*minta ditimpuk duit* :DD


Catatan : tulisan ini juga sebagai pengingat buat saya kelak kalau nanti punya anak *senyamsenyuum*, untuk kudu dengerin lagu-lagu macam begini. Biar apa? Biar albumnya Sherina lariiiis :p. Dan buat Sherina Munaf dimanapun kamu berada, lihat apa yang saya lakukan untukmuh. Saya promosi-in Sherina : my 3 little albums mu nih niiih. Lihatlah album ini lebih dekat, dan kau akan membeli *hiyaa*sekarang malah menjelma jadi tim marketing* :)) It's worth it to buy anyway! Buy me one, then! hohooho 
Salam jagoan neon! :P

15 June 2013
11:31 p.m. 

Kamis, 13 Juni 2013

Music Concert : Classpherience

a step closer to get d'ticket..4 more hours to d'concert, 3 more hours still i have to work..fyuuh (7 June 2013)


Fyuuuh... *this fyuuuh won't go away* since sooo many things i have to do and i'm haunted by the deadline! wihhihiiiii... *pake backsound yang horrooorr* Yak, tapi biar kata lagi rempong bin mumet bin ribet, kayaknya nulis-nulis sambil ngopi-ngopi enyak nih! *berasa lagi di kedai kopi, yang ada lagi ngejogrok di depan kompi dengan buku, kertas, dan tisyu tumpah ruah jadi satu*dan saya pun memutuskan untuk menulis tentang hal yang menyenangkan, yang sebenarnya saya janji sama diri saya sendiri mau menulisnya tapi gak sempat-sempat, tapi malah nulisnya sekarang di sela-sela tumpukan pekerjaan.  And the story goes:

Ceritanya beberapa hari yang lalu (tepatnya Jumat, 7 Juni 2013) saya berkesempatan untuk menonton live concert. Yippiieeee! Kali ini live concert yang saya tonton berbeda dari apa yang pernah saya saksikan , dan ini merupakan konser pra-bayar pertama saya (hhmm..gimana ya jelasinnya, konser yang kali ini saya tonton mesti bayar dulu untuk dapet tiketnya, kalo yang sebelum-sebelumnya kan tinggal bawa badan ato tunggu jebolan :D) eh, tapi sebenernya pun saya mendapatkan tiketnya secara cuma-cuma karena saya memenangi quiz dari salah satu stasiun radio (dan ini kali ke..... mmmh, kali ke-sekian pokoknya saya menang quiz-quiz: asal bukan undian aja, tapi kalo disuruh-suruh, ditanya-tanya, ngerangkai kata-kata, saya emang ratunya - ratunya quiz maksudnya *apasiiih*) Yak, lanjut ke gelaran konsernya, sebenarnya rada gundah gulana juga waktu mau nonton, soalnya acaranya malem & hari itu hari padet-padetnya saya show di kelas-kelas di cabang yang berbeda-beda pula, belum lagi konsernya berbayar jadi mesti cari-cari temen dan merajuk temen dulu. Akhirnya, setelah kasih pidato ke teman-teman tercincah tentang korelasi positif menonton konser musik dengan semangat kerja *mulaingawuur*, teman saya dari jaman SMA+kuliah ini pun akhirnya tergugah untuk ikutan nonton walau gak terlalu suka sama para penampil (dan saya bilang: pasti gak bakal nyesel deh entar & mari mengapresiasi musik! *jiaaah gaya*) Dan jadilah saya dan dua teman saya (yang juga mungil-mungil) mencoba peruntungan kita di desakan kerumunan orang, mencoba tetap bertahan memerintahkan kaki tetap berdiri, sembari mata dan telinga menikmati musik itu sendiri -- sungguh menantang + menyenangkan!

Konser yang saya saksikan itu bertajuk "Classpherience" dengan membawa tiga penampil : Sandhy Sondoro, BCL, & Once. Menurut saya, ini perpaduan yang sempurna juga bisa menarik banyak massa (yang suka musik pop, bisa bela-belain nonton buat liat penampilan SS & BCL, buat cowok-cowok yang mau musik rock, bisa diwakili sama Once, yang mau liat yang bening-bening dan kece ada tante BCL - tinggal pilih!) Dan benar saja, massa yang datang memang beragam, dan saya bisa merasakan ketika bang SS yang nyanyi, kaum hawa langsung pada beringsut ke garda terdepan, kaum adam menyimak dan lebih memilih menyaksikan dari layar, ketika BCL nyanyi tambah tumpah ruah secara we, the hawas & the adams, couldnt ignore her beauty! *hihiihi*tapi nyanyinya okeh juga kook*, terus pas Once, langsung deh para adam (dan banyak juga loh yang sepertinya para rocker) semangat mengikuti hentakan musik dan menikmati suara Once yang parah gilaaa kerennya! Aah, sungguh pengalaman yang seru sekali - kita semua bersatu kala itu demi mengapresiasi musik karya anak bangsa :))

Tidak hanya dari para penampil yang kece-kece dan keren badai yang menggugah mata, telinga, dan rasa, dari segi tata panggung, background, lighting, sound system, all iz well! Gak terlalu ngerti juga sih dengan hal-hal teknis begitu, tapi saya merasa kalau semuanya itu selaras dan benar-benar membuat nyaman saat menonton konser (saya paling suka waktu bang SS bawain lagu "Tak Pernah Padam" dengan screen-nya nyala-nyala lilin api *romaciis abis,padahal lagunya pedih*kayak luka ditetesin betadine kali aah jadi pedih*etapi kan jadi sembuh*abaikaaan* , juga waktu Once nyanyi Simphony yang Indah dengan background hijau-hijauan, pepohonan, hutan, alam : duuh, bikin tambah indah dan menggugah!)  plus bonus juga, ternyata yang nonton tidak terlalu ramai sehingga gak perlu berdesak-desakan. Memang Tuhan selalu bersama orang-orang mungil *tuingtuiing* :)

 Juga untuk interaksi penampil dengan para penonton : i could feel the energy from the singers & i know the singers also catched the energy from the audience , too! *ikut senang rasanya bisa turut menyumbangkan energi untuk mereka :))* dan sukaa waktu para penampil juga nyamperin nangkring di undakan kelas festival walau barang satu-dua lagu *yaap, saya ada di kelas festival dong aah! biar merakyat :D*  Wah, pokoknya benar-benar berkesan deh menyaksikan konser mereka, dan pulangnya, walau brasa amat capeek secara pulang gawe langsung meluncur ke te-ka-pe, tapi spiritnya masih berasaaa dong, even semangat itu pun  membuncah sampai sekarang.


  
14 June 2013
01:00 a.m. 

Kamis, 06 Juni 2013

Bicara Pada Bulan

7 June 2013
00:15 a.m.



dont know what to say, but deep in my heart, i feel so connected to you.

Dan tisyu pun bergelimpangan seiring rasa yang tak menentu. Beginilah efek tidur terlalu dini (tadi saya tidur sekitar pukul 5 sore dan bangun dari tidur yang cuma 2,5 jam tapi walhasil bikin mata tetap terjaga di tengah malam ini padahal besok jadwal show padaat dan mesti menghadapi anak-anak) dan biasanya kalau susah tidur jam segini, pasti larinya ke depan komputer, nyalain modem, terus berkelana di dunia maya sana. Selain sambil nyiapin materi buat anak-anak tercintah (yak, saya memang orangnya tipikal ngerjain apa-apanya di last minute, jadi baru nyiap-nyiapin materi di (tengah) malam hari, atau bahkan pas di pagi hari sebelum berangkat kerja :D), balik lagi ke cerita berkelananya, pastinya kalau lagi online di malem-malem suka buka-buka media sosial, dan saya pun teringat melihat ada postingan di hari saat saya pergi , di tengah malam, dan saat itu saya ada di tengah lautan :
1 June at 02:30 -....... shared a link Talking To The Moon - Bruno Mars Lyric

Sudah lama tidak menemukan postingan (berarti) darinya *laah emang postingan yang ini berarti* saat itu saya melihat hanya sekilas saja dan tidak begitu memikirkannya (yakiin? lah ini malah mau nulis gini) maksudnya, karena kondisinya lagi di dalam perjalanan dan badan capek, jadi yaa dikesampingkan dulu tentang postingan (berartinya) itu. Saat itu sih saya sambil mikir-mikir, "kayak apa sih lagunya..." udah. sebatas gitu doang. Sampai kemarin Kamis pagi (pas bener hari libur jadi saya banyak nganggur) memori saya menuntut saya untuk cari tahu tentang lagu itu. 

......................................................................................................................................................

#31 Mei 2013 pukul 22:15. Saya berangkat ke ibu kota untuk menghadiri pernikahan saudara. Ini kali ke-3 saya pergi menginjakkan kaki ke kota yang punya (cukup/banyak) memori tentang perjalanan saya & rasa, kali ke-3 semenjak rasa itu saya abaikan, saya nomor sekian-kan, walau rasanyaa (huaah, gak tau deh gimana caranya ngejelasin rasanya) dan di perjalanan saya berusaha untuk santai, tenang, tidak terbawa perasaan. Dan saya berhasil dan bisa lebih tenang dari perjalanan sebelumnya (di perjalanan-perjalanan sebelumnya, saya terisak di balik selimut *thanks buat bus yang udah nyediain selimut yang saya manfaatin jadi tempat buat sembunyi :D). Kali ini sih saya cuma menatap nanar jalanan (tumben banget saat itu saya yang tukang molor susah buat tidur padahal saya capek beraat coz pulang kerja langsung packing dan siap" buat berangkat). Saya menatapi jalanan yang pastinya pernah dilintasinya juga di tengah malam di bawah guyuran hujan dengan sepeda motornya. Saat itu saya merasa biasa (beneran gak merasa gimana-gimana) : kan emang hobinya motoran & jalan", jadi yaa ngerasa biasa aja.

#1 Juni 2013 pukul 01:31 akhirnya bus memasuki kapal, dan saya tetap terjaga dengan memori yang terputar tentangnya........ dan berlanjut di hari seterusnya, jam, menit, dan detik berikutnya dimana saya berada di satu kota yang sama, di setiap sudut saya merasa melihatnya. Saya ingin melihatnya... atau dia melihat saya? Sampai saya pulang di pagi berikutnya. Menyisakan rasa yang masih sama, hanya tersimpan saja.

....................................................................................................................................................

#7 Juni 2013 pagi.... akhirnya ketemu hari libur juga! Kebetulan hari ini i get my period , jadi bisa bangun siaang! hohooho.. ngapain yaa pagi-pagi gini.... hhhmm ... dan akhirnya saya terdampar di dunia maya, dan heey...oya, saya mau cari lagu Bruno Mars ituuh... (lalu sibuk cari-cari di yutub) and here what i've got:



............................................................................................................................................

# Night Mungkin ini salah satunya yang gak saya suka dari hari libur : saya jadi nganggur dan banyak waktu buat memutar memori seenaknya (padahal sangat amat ingin disembunyikan, tapi apa mau dikata, memori telah terputar sempurna). Malam itu dia memposting lagu ini. Sungguh bisa jadi si pemosting melakukannya tanpa pretensi apa-apa, tapi demi apapun, rasanya saya kembali membodohi diri dengan mencoba merangkainya sebagai lagu yang ditujukan untuk saya.... *hahahaa mulai deh ah merangkai-rangkai sendiri cerita* Tapi saya tidak terlalu larut kok daalam euforia perangkaian ala kadarnya saya. Saya percaya semua ada maksud dan tujuannya, ada hikmahnya, dan kelak akan abadi indahnya. Saya hanya merasa malam itu saya terhubung dengannya... di bawah sinar bulan yang sama, hanya bisa menatap dari tempat masing-masing. Tapi toh, setidaknya apa yang ditatap sama! Maka, (tengah) malam ini, biarkan bulan menyimpan semuanya, biarkan bulan bergelantung di langit sana dengan cantiknya, dan kita di sini hanya memandangi indahnya, sampai malam berganti pagi, datang matahari menyinari.... 
hey, jangan lupakan bulan dengan segala cerita yang telah tertumpahkan padanya.

Sampai jumpa di malam berikutnya!

 ....At night when the stars light up my room
I sit by myself talking to the moon try to get to you
In hopes you're on the other side talking to me too
Or am I a fool who sits alone talking to the moon....
 

Sample text

Sample Text