Social Icons

Pages

Selasa, 30 April 2013

When You Say Nothing At All


It's amazing
How you can speak right to my heart
Without saying a word,
You can light up the dark
Try as I may
I could never explain
What I hear when you don't say a thing

The smile on your face
Lets me know that you need me
There's a truth in your eyes
Saying you'll never leave me
The touch of your hand says
You'll catch me
Whenever I fall
You say it best
When you say
Nothing at all

All day long
I can hear people
Talking out loud
But when you hold me near
You drown out the crowd
(The crowd)
Try as they may
They could never define
What's been said
Between your heart and mine

(You say it best when you say nothing at all
You say it best when you say nothing at all)

The smile on your face
The truth in your eyes
The touch of your hand
Let's me know
That you need me

(You say it best when you say nothing at all
You say it best when you say nothing at all)

The smile on your face
The truth in your eyes
The touch of your hand
Let's me know that you need me

(You say it best when you say nothing at all
You say it best when you say nothing at all)





Note : udah suka dengerin lagu ini pas jaman esde, waktu ituh in banget di tipi, dan Mtv sering banget muter lagunya, jadilah familiar sama nih lagu. Biar kata jaman dulu gak tau artinya, tapi gak tau kenapa tetep suka bin nempel di memori. Ternyata oh ternyata.... lagunya emang okeh! Salah satu lagu ter-romanciis menurut sayah.. Dan belakangan ini, baru ngeh kalo ini lagu juga masuk di film Notting Hill (eyalaah kemana aja mbaknyaaa baru tahu tempee) gegara kemarenan minjem VCD Notting Hill di rentalan, dan saya hiks...hiiks... malu deeh bilangnya... yah, pokoknya pas bagian lagunya terputar serasa berkunang-kunang (karena belum makan kaliii) Iya, a memory remains in this song. Jadi pas lagi nonton dan gak nyangka bakal ada lagu ini, jadi berasa de ja vu.. jadi berasa this song haunted me.. hohoohhoho padahal udah lamaa banget yak.... Yak, tapi teteep, dan gak bakal saya coret nih lagu dari my most romantic love song list! :D


Wed, 1 May 2013
00:25 am

Yang Tertinggal di Benak


13:48 Eyangnya Azam:
Mb nti plg beli be2k goreng 1 trs paha aym goreng 1 ya



Lantunan nada "we had today" dari Rachel Portman membuat saya yang tadi berkoar-koar di depan kelas berhenti sejenak. Hhm... di jam lagi "rempong-rempong"nya si mami sms pesen makanan. Hari apa sih inii? *suara di benak saya* Oh iya, ini hari Selasa dan bukan jadwal katering, jadi siap-siap buat cari makanan (jangan tanya masak-memasak sama saya yaa.... still, i have no trigger for cooking, mungkin juga karena anggota di rumah yang  cuma dikit, jadi gak semangat buat masak-masak *alibi is still alibi~~~*) Jadilah sepulang kerja (yang berarti empat jam kemudian dari setelah menerima sms) saya mampir membeli makanan. Ini kedua kalinya saya beli makanan di tempat ini , yang pertama sama kawan kerja, terus saya cerita ke mami & mungkin si mami mau ikutan ngicipin (well, sebenernya kalo buat makanan , si mami inih pemilih sejati & suka komentar yang lebih pedas dari chef Juna sekalipun, tapi ssst.... cukup anak-anaknya ajah yang tau :D) Masih cukup sepi yang membeli. Mungkin karena pas lagi Magrib, soalnya waktu terakhir ke sana tuh lumayan rame. Saya langsung memesan seperti apa yang tertera di sms *eh gak langsung juga sih coz sempet bingung mau dada bebek apa paha bebek, udah bilang ke abang-abangnya pesen paha, eh pas dia mau nyemplungin daging paha bebek ke wajan, terus berubah jadi dada.. da-daa aja nggrecokin, & abangnya cuma senyum-senyum aja *yang sabar yaaa bang :)* Nah, selama daging-daging itu masuk ke wajan penggorengan, pikiran saya bekelana:

Gak berkelana kemana-mana jugak siih..cuma ngeliatin abang-abang yang bertugas di tempat makan itu (eh gak cuma abang-abang ding, ada satu ibu juga). Ada lima orang pria dan satu orang wanita yang bertugas sesuai dengan perannya masing-masing : dua orang pria (satu bisa dibilang muda, satunya bisa dikategorikan bapak-bapak) bertugas membuat sambal -- rincian kerjanya : meracik sambal *tak jarang ada intervensi dari pembeli yang minta "jangan terlalu pedeslah", "banyakin rampailah", "banyakin terasilah", "terasinya dikit aja lah", pokoknya dua abang-abang itu siap meracik dan mengulek sambal, berdiri selama mengulek. Satu abang bertugas menggoreng -- rincian kerjanya : berdiri di depan penggorengan, memasukkan daging ke penggorengan, menunggu daging matang dan membolak-balik daging biar gak gosong. Satu abang bertugas di bagian penyajian -- rincian kerjanya menyajikan makanan yang sudah dipesan. Satu bapak saya liat dia kerjaannya ngeliat-liat aja. Kadang sesekali bantuin yang goreng, kadang bantuin nyajiin makanan, kadang duduk dan berdiri (sepertinya dia owner-nya), dan satu ibu yang bertugas sebagai bendahara. Terus yang bagian nyuci piringnyaa? Saya belum liat, kan tadi ceritanya masih sepiii. 

Nah, kembali lagi ke pemikiran saya, iseng pertanyaan menggelitik di benak saya : apa gak capek ituh abang-abang yang bertugas ngulek sambel? Apa tangannya gak lantas cabe-an? Apa tangannya gak kebas genggamin batu ulekan? Apa kakinya gak pegel berdiri terus? Dan yang paling bikin penasaran : apa abang-abang itu pernah ngerasa stuck sebagai pengulek sambel? Ngerasa sampai di titik capeeek banget buat ngulek & sangat jenuh. Terus apa yang dia lakuin kalo lagi jenuh? Dan buat abang yang di depan penggorengan itu : apa gak kepanasan berdiri di dekat api? Apa tangannya sering kena cipratan minyak? Apa tangannya diasuransiin secara bakal gak bebas mulus? *lebayy* Dan buat abang yang nyajiin : apa yaa? kayaknya dia enjoy aja. Etapi emang beneran enjoy? Asik gak sih gaweannya? Apa kendalanya dalam menyajikan makanan? (note: tapi abang yang nyajiin ini cukup ramah loh, jadi sepertinya aman-aman aja dan dia benar-benar menjalani perannya sebagai penyaji, dengan baik dan dengan ramah), Apa abang single, double? *LOL*  Dan berderet pertanyaan-pertanyaan lainnya.

 Saya juga bertanya-tanya : apa yang dilakuin abang-abang ini sebelum bertugas di tempat makan? Apakah ada dari mereka yang bekerja di pagi sampai sore harinya? Baru malamnya bergabung membantu berdagang makanan. Jangan-jangan ada dari mereka yang ternyata punya profesi lain sebagai guru freelance? Atau ada yang memang bekerja untuk tempat makan tersebut , jadi sebelumnya mereka ikut menyiapkan bahan-bahan -- belanja bahan-bahan, membumbuinya, mengugkepnya dsb.. Juga ada tanya : apakah ada dari mereka yang sudah berkeluarga? Jika iya, apakah mereka sebelumnya sudah puas bermain dengan anak-anaknya, kemudian bekerja di malam hari -- mungki sampai tengah malam? Bagaimana cara mengatur waktu bersama keluarga agar berkualitas? Jika belum berkeluarga, kapan mau berkeluarga? *looh?* Yah, begitulah isi kepala saya, sampai abang penyaji mendekati saya menghamburkan semua pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya. "Ini mbak. Satu ayam goreng yang paha dan satu bebek goreng yang dada." | "Berapa, bang?" | "semuanya ddua puluh enam ribu mbak."| Saya pun memberikan uang, tersenyum dan berterima kasih, dan segera bergegas keluar. Masih sambil tersenyum membayangkan deretan pertanyaan di benak, yang sepertinya seru kalau beneran saya lontarkan. Mungkin nanti lain waktu, karena saat ini, mami menunggu. 



Hoaaam...sekarang pukul 11:12 malam. Abis nulis apaan sih, Taa malem-malem ginii? Nulis tentang tempat makan tadi? Biar apalaah coba? Ya biarin aja juga ding, ini kan blog ngana.. hohooho. Lagi iseng aja, sembari buat pengingat, ada abang yang manis looh di sonoh! hohohohoohoo *kabooooor*


30 April 2013

Minggu, 28 April 2013

nostalgia on my mind

Siswa-siswi SLTP Negeri satu
Seirama langkah menuntut ilmu
Lebih giat dalam belajar
Jauhkan diri hal yang tak berguna
Siswa-siswi SLTP Negeri satu
Takkan pernah mengenal putus asa
Gapai cita seiring doa
Berdiri tegak bersama
Ayo kawan jangan lupa
Senantiasa berusaha
Membina pribadi, menjadi landasan utama
Sukses di kemudian hari
Baktikan pada ibu pertiwi .....


 Tanpa googling, tanpa liat catetan, woow...ternyata saya masih apal Mars SLTPN 1 Bandar Lampung, tempat saya mengenyam ilmu, belajar banyak hal selama tiga tahun bersekolah di sana (mmm..mungkin ini apal lagunya ampe sekarang gegara tempaan guru seni saya yang strict bin "killer" -- Pak Ichsun). Dan di hari Minggu, 28 April 2013 yang cerah di awal tapi lantas diguyur hujan di siang dan sore hari dan di malam harinya oke-oke ajaa, hari ini saya bersua lagi dengan sekolah saya setelah hhm.... 10 tahun lamanya (what a time trick! Gak berasa banget udah 10 tahun berlalu). Seinget saya setelah saya lulus tahun 2003, saya belum pernah berkunjung ke sekolah saya ini lagi, yaa paling lewat doang, atau mampir makan mi ayam pakde. Dan ternyata oh ternyata... perkembangan sekolah saya pesat gilaaa! Hampir semua gedung udah direnovasi, cuma bagian belakang dan beberapa bangunan aja yang bangunan lama, selebihnya... voilaa, bangunan-bangunan baru yang tak saya kenali menjulang berdiri. Tapi tetap, ini merupakan sekolah saya tercinta.

Kembali menginjakkan kaki ke sekolah ini, membuat saya jadi mengingat masa-masa SMP -- masa peralihan dari anak-anak ke remaja, dilema anak remaja yang pengen keliatan dewasa tapi padahal baru juga lewat masa anak-anak.. duuuh, lucuu deh ngingetnya :D. Banyak cerita di masa SMP , dan mengingat tingkah polah saya jaman duluu -- yang suka berisik dan nyerocos kalo udah ketemu "geng"-nya, yang galak bin sinis sama cowok-cowok yang gak bisa diajak kerja dalam tim :D (sampe masih ada yang inget duluu banget pernah kena saya semprot, etapi saya aja lupa pernah nyemprot orang hohoo) , yang cuek bebek ngelakuin apa aja yang dianggepnya bener selama gak ganggu orang :D, yang punya banyak temen dari dua golongan (golongan pinter & golongan centil), yang mulai flirting"an (oh myyy..... *blushing*), yang getol ikut organisasi biar sering dapet dispen (ikutan PMR & tentunya sering ikut lomba, walo cuma jadi pasien, tapi tak apa yang penting dapet surat dispen :D), dan segudang yang-yang lainnya...yang kalo saya terusin nulisnya bakal ampuun saya gak berenti senyam-senyum. Pokoknya masa-masa SMP itu sangat amat berkesan secara mendalam buat saya ;))

Naah, dari tadi nyerocos aja...sekarang melipir dulu kasih space buat hasil bidikan saya sembari nostalgia dalam memori otak. Ini dia foto-fotonya....


Old building featuring new building


Bangunan lantai bawah (paling kiri) itu dulu kelas saya -- 3H

Sehabis hujan , kembali cerah berawan

undakan baruu... dulunya undakannya dari papan kayu :)

 Kembali hujan...

 Old building #2nd floor..kalo gak salah jaman tahun 2003, ini untuk kelas unggulan 3B & 3C

 New building #2ndfloor di sisi kiri

 Kembali menapaki kaki di sekolah tercinta, walau kali ini tanpa berseragam putih biru :D



Kamis, 25 April 2013

Dunia Sophie & Detektif Conan

Dalam perjalanan pulang, sering pikiranku melayang: pada suatu waktu, di saat ku termangu pilu, merasa sedih hanya milikku. Berbagi hanya dalam kecamuk pikiran saja, hanya aku dan memoriku yang lekat, rasanya jauuh tapi tetap di tempat, rasanya pedih memeluk erat.

Hingga sampai di suatu masa, rasaku kembali biasa. Masih dalam perjalanan pulang, rute yang sama, tujuan yang sama, hanya berbeda caraku merasa. Sekalipun memori yang terputar seenaknya menjejaliku akan masa itu -- masa-masa pilu. Tapi tak lantas membuat ku biru. Malah pertanyaan menyerbu : "apa yang membuatku sebegitu pilu?" :') Dan anehnya, saat mengingatnya, aku malah tertawa. Tertawa mengingat pastinyaa, saat masa-masa sendu aku pasti berantakan, juga jelek karena suka tiba-tiba mewek :D
Lucu ya, apa yang membuatmu sedih di masa lalu malah bisa jadi pemicu tawamu di masa kini. Ya, it's a matter of time i guess and how you control your feelings. Kini, aku kembali baik-baik saja.

 Tapi tunggu, sampai dalam perjalanan pulang, aku berkunjung ke toko buku dulu, kunjungan kali ini tanpa pretensi, hanya berputar-putar, melihat-lihat, juga karena aku rindu bau pengharum di toko buku itu, bagaimanalah cara mengobati rindu akan bau, tentu dengan mendatangi sumber bau  :) *tapi bener gak tau deh kenapa kangen baunya toko buku :D*  Sampai akhirnya saya menemukan satu buku, yang sering digaung-gaungkan, dicari-cari dimana rimbanya, tanpa pernah ku tau bagaimana wujudnya (dibaca: sampulnya), yang melekat hanya judul bukunya : "Dunia Sophie". Ku rengkuh buku itu , seperti bertemu dengan seseorang yang aku tahu dari seseorang yang lainnya, dan kini aku bertemu -- sampul yang menarik, yang juga menarik memoriku untuk ber-flashback ria : "Coba deh baca buku filsafat. Coba Dunia Sophie aja dulu deh!"| Well well well, i've tried to read kinda books, but dunno, what i got is im getting sleepy actually. But later i tryy.... *ampe sekarang belom kesampean*hohoo

Where's your control in the name of your own feeling? Dan gara-gara melihat sebuah buku, aku kembali sesak -- sesak yang tanpa terisak. But it's even worse coz i have no medium to express what's going on my mind! Lalu berjalan aku menjauhi tempat tertumpuknya buku itu, beralih ke pojokan tempat Conan-ku berjajar. Lama ku terdiam di sana, mencoba menetralisir rasa. Berdiri di depan jajaran sampul Conan-ku, adakah yang mengingat apa yang jadi kesukaan-ku? Bukankah pernah ku berujar : "aku suka Conan." Adakah yang ingat sebagaimana aku mengingat Dunia Sophie, yang tak pernah ku baca, tak pernah ku cari tahu seperti apa wujudnya, tapi bisa-bisanya melekat dalam ingatan.

Masih. Aku. adalah. Aku. Jangan libatkan yang lain untuk bisa merasa sepertimu.

Dalam perjalanan pulang, dengan berjuta perasaan tak menentu-- dominasi biru menyerbu. Kini, yang ku perlukan adalah waktu, untuk kembali berdamai dengan memoriku. Dan tunggu, tawa akanku!







                

               &









25 April 2013
..................

Minggu, 21 April 2013

I Wish It's not Sinus!

Sering dengar "sinusitis"? Sinusitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada bagian sinus paranasal yakni rongga hidung. Penyakit sinus disebabkan oleh segala sesuatu yang mengganggu aliran udara ke dalam rongga hidung ataupun keluarnya lendir/muskus dari hidung. Contoh penyebab penyakit sinus ini adalah: 

  • Alergi pada hidung
  • Udara yang terlalu dingin, panas atau polusi atau bau-bauan.
  • Air yang masuk ke rongga hidung, sering terjadi pada perenang.
  • Perdarahan pada sinus karena trauma.
  • Kurangnya kelembaban udara
  • Mengerasnya ingus yang keluar dari hidung
  • Pemakaian obat antihistamin
 Gejala penyakit sinus:
  • Merasakan sakit kepala yang hebat dan sering
  • Pada bagian wajah terasa lebih sakit dari keadaan biasanya
  • Keluar ingus warna bening dari dalam hidung
  • Mengalami rasa sesak pada bagian rongga hidung
  • Sering mengalami batuk yang tidak berkesudahan << i felt this way
  • Tenggorokan terasa panas dan sakit
  • Sering bersin-bersin dan mata terasa gatal  << i felt this way  



Well, hidung saya ini sering meler dan paling anti sama namanya debu. Sedikit kena debu saja, maka bisa meler berkepanjangan dan tisu pun jatuh bergelimpangan *hayaaah*. Rasanya pengen ke dokter, tapi kok males kalo nanti dapet obat-obatan yang gak jelas juntrungannya. Saya pikir saya terkena sinus, tapi dari yang apa saya baca sepertinya saya belum sampe sinus deeh (jangan sampe juga deeh). Yah, mungkin perlu juga ke dokter untuk sekadar cek apakah saya sinus atau tidak. Yah karena kalo udah mulai meler dan sangat mengganggu, jadinya saya browsing juga cara penanganan sinus secara alami. Berikut tipsnya:

# Mencegah Penyakit Sinus
Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit sinus adalah dengan cara menghindari pencetus dari sinus itu sendiri. Beberapa orang percaya bahwa dengan meinum air perasan jeruk nipis yang dicampur dengan segelas air hangat bisa mencegah terjadinya penyakit sinus. Air perasan jeruk nipis bisa membantu mengencerkan serta mengeluarkan lendir sehingga hidung tidak mampet. Selain itu, kita juga bisa menghindari ruangan yang lembab. Kamar/ruangan kita harus mendapat sinar matahari dengan cukup sehingga tidak lembab dan berjamur. Bila kita tidak tahan dengan hawa dingin sehingga selalu bersin-bersin, maka kita juga harus menghindari penggunaan ac ataupun bisa juga kita tidak keluar rumah selama matahari belum muncul. Dengan menghindari pencetus penyakit sinus, kita pasti akan terhindar dari penyakit sinus ini
 
Resep obat tradisional untuk penyakit sinus:
Bahan:
1 jari jahe merah
5 batang sereh
3 buah jeruk nipis
7 lembar daun sirih
7 buah cengkih
 
Cara membuat:
Potong jeruk nipis menjadi 4
Rebus semua bahan dengan menggunakan 6 gelas air sampai mendidih dan tersisa 3 gelas
 
Cara pemakaian:
Minum ramuan ini 3x segari setelah makan, masing-masing 1/2 gelas setiap kali minum


Semoga bermanfaat... *dan ini juga jadi pengingat for myself* :)


Source : http://carapedia.com/tentang_penyakit_sinus_info2269.html
               http://manfaat-buahsayuran.blogspot.com



Jadi Anak Tunggal Itu .......

"Hei, kamu anak nomer berapa?" | "Nomer satu, nomer dua, nomer tiga.." dan lain sebagainya... | "Berapa bersaudara?" | "Dua, tiga, empat.. atau "aku anak tunggal."| *Naah, tiap kali denger kata anak tunggal, sering saya berkomentar: " Waah enak dong jadi anak satu-satunya." | "Ah, gak juga. Biasa aja. Malah sepii jadinya." | "Yah kan ada temen-temen, sepupu-sepupu kalo kesepian tinggal aja ngumpul (saya teteup kekeh bilang kalo jadi anak tunggal itu enak) | "Yaa tetep aja rasanya bedaa..sepii (begitu kata si anak tunggal)"|

Seringkali dalam suatu percakapan, kita melibatkan pertanyaan , "Kamu anak keberapa sih?" Entah, kenapa kok pertanyaan itu seringkali terucap (biar lebih tau latar belakang keluarganya, iseng gak ada bahan pembicaraan, iseng nanya siapa tau yang ditanya punya sodara yang okeeh *hiyaaa*) yah terlepas dari beragam modusnya, tiap kali pertanyaan itu saya lontarkan dan saya mendapatkan jawaban :" Saya anak tunggal."  saya pun refleks berkomentar : "Waah..enak yaa jadi anak tunggal." Gak tau juga kenapa bisa berasumsi seperti itu, mungkin karena saya bukan anak tunggal dan melihat sepertinya anak tunggal bakal jadi satu-satunya pusat perhatian dari orangtuanya, makanya saya bilang enak. Padahal karena saya bukan anak tunggal, gak seharusnya saya menilai kalo jadi anak tunggal itu enak. Dan sampailah saya turut merasakan "jadi anak tunggal."

Saya anak ke-tiga dari empat bersaudara. Punya dua kakak laki-laki (yang udah pada nikah *udah pada nikah looh* ya teruuus?) dan satu adik perempuan. Rumah selalu ramai oleh tingkah polah kita (empat bersaudara.red) , belum lagi memang dahulu kala di rumah  sangat ramai sekali : masih ada mbah kakung (kita memanggilnya "Bapak"), mbah uti (kita memanggilnya "Ibok"), Papi, Mami, Om, dan Tante. Di masa kecil saya, seperti anak-anak lainnya, saya suka bermain , dan karena sudah punya banyak saudara, biasanya mainnya ya internal saja : empat bersaudara , atau sama sepupu-sepupu. Namanya anak kecil, pasti doong sering berantem en berebutan barang apalah ituu. Dan sering sekali itu terjadi di masa kanak-kanak. Duluu saya sering banget BT sama kakak-kakak saya yang menurut saya selalu mau menang sendiri dan usil (yaah namanya juga anak cowok, mesti adaaa aja tingkah polahnya), dan mungkin hal-hal seperti inilah yang membuat saya berpikiran ,"enak jadi anak tunggal."

Pun, sikap saya ke adik saya terkadang juga gak akur. Gak tau kenapa saya ke dia tuh bawaannya suka greget dan cepet marah kalo sama dia *heheh..sorry ya dek* Dan dia juga terkadang gitu : "apa sih mbak, lu tuh galak banget sama gue.." | "ya abis lo itu bla-bla-blaa ....."  atau kadang kita tuh suka saling kesel en kalo udah gitu cuma bilang : "Mbak, gue boleh gak nonjok elo, sekali aja" | "Dek, boleh gak gue gebuk elo .| *yaa tapi cuma ngomong doaang loh yaa, paling yaa nampol bott*m dikit, pan gak sakit banget sik* :D

Pernah, saya sebeel banget sama kakak saya (lupa gara-gara apa) yang sampe bikin si Mami bertanya-tanya dan beneran serius nanya , "Kamu kenapa, sama kakaknya kok gitu?" | dan saya pun menjelaskan dengan muka pasti masih cemberuut berat *well, saya ini mantan pencemberut looh..susah banget buat senyum. itu sih pas masih bocah, sekarang udah enggak kaan..*wink* Trus Mami bilang : "sesebel apapun kamu sama kakak kamu, tetep dia itu sodara kamu. Gak akan bisa terputus hubungan. Kakak kamu tuh cuma iseng aja sama kamu, usil. Kalo lagi usil gitu, udah diem aja. Atau ngedeket ke Mami kek, atau ke Papi. Nanti kalo kamu diem, kan dia berenti sendiri. Dan nanti, pas gede nanti, kamu pasti bakal inget saat ini dan kangen sama masa-masa ini..." Dan saat itu dalem hati saya masih bergejolak : "iih, apaan... masa iya bakal kangen diusilin. Males bangeet deh..."
 
Yah begitulah, namanya hubungan persaudaraan yaa pasti buanyaak bumbunya. Ada asem, asin, pahit, manis, tapi semuanya tuh penting biar kita tau rasanya dan memaknai tiap macam rasa.

Sampai pada akhirnya sekarang, kakak-kakak saya sudah menikah dan keluar dari rumah dan adik saya kuliah di tanah Jawa. Di awal, ada perasaan senang : "Finallyyy, di rumah berasa jadi anak tunggal. Bisa nikmatin fasilitas di rumah tanpa perlu antre gantiaan (kalo mau nonton TV gak berebutan remote, kalo mau internetan bisa kapan aja, kalo mau nge-game bisa sesuka hati *gak terlalu suka game siih*) yah pokoknya berbagai euforia perasaan senang berkecamuk, sampai akhirnya....... voila, apa yang dikatakan ibu saya benar adanya : "Dan nanti, pas gede nanti, kamu pasti bakal inget saat ini dan kangen sama masa-masa ini..."
Oh yess, saya kangeen suasana rumah yang dulu rame. Kangen juga sama "kita", empat bersaudara. Saat ini justru saya malah kangen gojekan (becandaan), kangen diusiliin (yang ya ampuun, dulu saya sebel ampun kalo diusilin), digoda-godain (saya sering digoda-godain dan dikasih panggilan yang aneh-aneh), betapa saya kangeen itu semua.Betapa rasa sebel,kuesel,  BT itu jadi bumbu yang menambah rasa, dan menguatkan rasa menjadi "manis" *yang disertai pemahaman bahwa saudara tetaplah saudara. sayangilah ia se-menyebalkannya dia ... :)*

I love you dear brother sister.. yah walaupun terkadang kita gak akur, tapi kita pasti saling sayang.... :) Dan saya, gak mau lagi jadi anak tuggal en mikir jadi anak tunggal itu enak! :)

Note : sekiranya sodara-sodara saya baca postingan ini gimana yaaa?? ;D Oh ya saya juga ada foto-foto selagi kecil. boleh disimak...

lagi akur.... 

versi saya jadi anak bungsu, belum ada adek Anggi...

                                         liat nih saya jadi korban usil! entah tuh kuping diapain



21 April 2013
09:51 p.m.


Kamis, 18 April 2013

Ada Apa dengan Cinta Brontosaurus?

"Hei, kenapa sih suka baca itu?" Seseorang  pernah menanyakannya saat saya tengah asyik membaca *dan sepertinya sambil senyum-senyum ketawa*, dan (entah) ada apa dengan saya *mungkin lagi terlalu peka* saya ngerasanya kok nanyanya gitu banget, tapi karena saya lagi asyik baca dan terlena dalam bacaan, saya menjawab seadanya : "Abis lucu..." Dan saat saya meninggalkannya untuk mengambilkan minum, saat kembali saya menemukannya tengah membaca dan tersenyum-senyum - okay, it's time to tease : " Hei, baca juga?" | "Eh... abis lucu.." :)

 And it was a long long time ago, sampe akhirnya saya bertemu lagi dengan buku itu, tadi sore dibawa sama anak kelas 6 esde *yaiyalaah mana ada 6 esempe*, and that brings me to an old question : "kenapa suka baca itu?"  yang saat itu saya cuma bisa jawab karena lucu, tapi kali ini saya mau menguraikannya...

Well, dimulai dari pertama baca buku ini. Awalnya dapet dari minjem temen jaman awal kuliah, dan pertama minjem yang Kambing Jantan. Sebenernya nih buku gak ngena-ngena amat di saya : yah cuma buat isi waktu liburan aja & buat hiburan. Dan ternyata, isinya emang kocak-kocak, walo kalo ditanya detail cerita-ceritanya apa aja, saya juga udah lupa *hehehe...maapin yak Bang Dika* that's why i call "gak ngena-ngena amat" - sekadar baca. Pun akhirnya begitu saat saya meminjam buku-buku RD lainnya *iyeeh, modal minjem doaang* : Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus, Babi Ngesot, Marmut Merah Jambu, Manusia Setengah Salmon. Tapi ada beberapa cerita yang cukup *masih dalam taraf cukup* saya ingat : salah satunya ada di Cinta Brontosaurus. Dan tadi pun, saat saya menemukan buku itu, saya sempat bertanya-tanya : "ada apa dengan cinta brontosaurus?" and finally i could set my mosaics: ada dua cerita yang saya suka di buku tersebut...









Cinta Brontosaurus
Bercerita tentang Dika yg mulai ngerasain naksir-naksiran saat jaman esde, tapi mamanya selalu wanti-wanti kalo itu namanya cinta monyet. Namanya masih bocah, dibilang begitu jadinya malah tambah bingung: "kok dibilang cinta monyet sih? Orang saya naksir berat sama tuh cewek. Kok disama-samain sama monyet." Sampai akhirnya Dika bener-bener ngegebet cewek incarannya & melakukan segala cara buat dapetin cewk idaman : dia jadi lebih sedikit merhatiin penampilan : dari yg tadinya cuek" aja potong rambut sama tukang cukur abal-abal, dia bela-belain minta potong rambut di salon. Yah, singkat cerita akhirnya Dika berhasil dapetin cewek yang dia taksir. Tapi kemudian akhirnya mereka bubaran (anak esde looh) gara-gara Dika disuruh nulis surat ama ceweknya, eh dia (yang gak tau apa, gimana bentuk surat) malah buat semacam biodata gitu dan sukseslah dia jadi bahan ketawaan dan si ceweknya malu, jadilah mereka bubaran *ambil tisyu* Sampai pada akhirnya mikir kenapa cinta waktu kecil dibilan cinta monyet. Ya mungkin karena saat jatuh cinta, orang yang gak kejatuhan cinta itu ngeliat kita layaknya monyet yg jadi tontonan, lucu, ngelakuin banyak gaya gara-gara *yang katanya* cinta. Tapi kemudian Dika mikir lagi, betapa perasaannya waktu kecil itu Ipure, natural, gak dibuat-buat : suka ya suka. Gak ada yang mikir ini-itu. Nah, saat dewasa  kita gak bisa "sejujur" waktu masih kecil saat berhubungan dengan cinta : yang gengsi-lah, mikirin taktik A lah, mikir cocok apa enggak, ortu sreg apa enggak, dsb. Menurut Dika perasaan cinta a la dewasa malah lebih di bawah kelas sama cinta monyet, lebih primitif lagi. That's why he called :Cinta Brotosaurus."

Di Balik Jendela
Dika memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Adelaide - Melbourne dengan bus, yang bakal makan waktu 10 jam, but it doesn't matter for him coz he needs a long trip while thinking - he just broke up. Di bus, dia merhatiin orang-orang yang ada di sekitar. Semua tampak biasa-biasa. Ada orang duduk pake kaos biasa, sepasang manusia yang sepertinya tengah dimabuk cinta. Hhmm.. but it's all about the cover - seems so-so. Tapi gimana kalo orang yang terlihat biasa itu ternyata abis kehilangan seseorang, siapa yang tau kalo pasangan yang kelihatan saling cinta itu ternyata abis bertengkar hebat. Sama seperti dia yang terlihat biasa saja, tengah duduk di dalam bus, adakah yang tahu kalo dirinya baru seminggu putus. Yah, semua sibuk dengan diri masing-masing, and life goes on. Sekalipun dia berkoar-koar kalo dia abis putus cinta, dan teman baiknya bilang "iya, gue tau kok rasanya" tetep, gak bisa ada yang ngerasain selain dirinya sendiri. Dan untuk itulah dia butuh suatu perjalanan, yang sialnya dia mesti satu bangku dengan bule berukuran jumbo dengan ketek bau ikan asin *ketek macam apa itu yaa?* Di balik jendela, dia liat bulan menggantung di langit sana, and flashback starts when his Ex- asked him : "Coba liat langit di sana ada bulan gak?" | "iya, lagi ada bulan.| "Lucu ya, biarpun terpisahkan jarak, kita bisa liat bulan yang sama. Dan bikin kita berasa dekat.| Dan kini, jarak-lah yang jadi alasan  mereka pisah. Jarak. Jarak. Jarak. Jarak. Jarak. Diulang-ulangnya kata tersebut sampai kehilangan makna. Bagaimana bisa karena jarak? Bukankah dia sudah menghadapi jarak selama 2,5 tahun, dan kini jarak jadi biang keroknya.  Dan terputarlah lagu-lagu yang pernah menghiasi hubungannya, membuatnya berkutat dengan memori saat bersama. Kemana larinya kekuatan yang bikin bertahan, kemanakah pengertian, penerimaan yang bisa membuat bersama? Apa pada akhirnya kita melupakan janji-janji, termakan janji-janji? Atau karena perasaan yang kini tidak sama lagi. Namun akhirnya dia berpikir : The world will keep moving on, and I will keep standing. Dan sesampainya di Melbourne : dia bisa berdamai dengan perasaannya.

Nah, itu  dua cerita yang saya suka dari bang Dika. Kenapa? Karena, di balik cerita-ceritanya yang konyol, ada sesuatu yang nyentil dan dia tuh bener-bener out of the box. Di samping ahlinya berkonyol-konyol, terkadang dia tuh (sok) bijak dalam melakoni kehidupan. Yak kayak di cerita "Di Balik Jendela", gegayaan banget dia sok tegar pasca putus dgn bilang : The world will keep moving on, and I will keep standing. ciiih..... eyatapi ada benernya juga,kan hidup mesti berlanjut, and everybody's changing. Jadi ya be strong! *lah kok jadi kasih tips"an gini yaa*

Yah pokoknya gitu deeh saya suka karyanya bang RD. Kalo mau diambil yang konyol-konyolnya dan ngehibur bisa, tapi buat saya karyanya RD bisa lebih bermakna dari sekadar buat hepi-hepian. That's for me siih... :)

18 April 2013
00:19 am

Rabu, 17 April 2013

the Dawn and the Twilight

Everybody's changing...

For not interacting with you, it's much more possible to face the change.
For not walking with you on the same track, it's undeniable there's a change.
For not sharing with you, it's probably because you and I are changing.
For not laughing, fighting, and spending time with you, even I do want to, It might be because everybody's changing.
For deciding to have own way, even I don't want to, it's because I want to feel a change.


And when the time comes, you and I will meet in the dawn, facing every change. And I believe, the change brings you & me into a good way, to be better person.

Or if in time you and I never have a chance to meet in the twilight, it's glad to know that you and I grow better, Because everybody must change for the goodness.















*in the name of the beauty of the dawn and the twilight*


17 April 2013
11:43 pm



 photo courtesy :  sunrise (i miss the link, just google it)
                            sunset adventurestockphotos.com
                        

Jumat, 12 April 2013

The Reason I Stay Until Midnight

00:25 a.m.

Rencana tinggallah rencana. Hari Jumat, hari terpadat & paling menyita energi saya. Sepulang kerja (yang dilanjutkan mampir untuk beli peralatan tempur buat Sabtu pagi) dan sampai di rumah pukul setengah 8, dan saya capek + nguantuuk, tapi untung masih sadar diri untuk mandi menyegarkan diri. Demi apapun sudah sangat ingin tiduur, tapi si Mommy minta tulung buat ketak-ketik (well, sebenernya udah dari kapan tau diteror buat ngetik, tapi karena eykeh pandai kucing-kucingan yah, tp akhirnya jadilah ketempuhan ngetik di hari ini karena udah deket deadline). Yang diketik siih secuil doaang (eh pegimane yaa ngetik secuil ituh *yasudahabaikan*). Sebenernya bukan masalah ngetiknya siih ya yg bikin saya ampun-ampuun berani-beranian buat mempertahankan mata terjaga, tapii majalahnya kalo udah di depan kompi dan koneksi internet terhubung, yasudahdeh ya mesti langsung asyik berselancar deh saya: tanpa papan, tanpa laut, tanpa ombak *hayaah*

Sehabis cari materi buat toddlers, saya berselancar ke situs berita karena rasa-rasanya saya sangat gak update tentang berita terkini. Tapi tampaknya tak ada yang menarik (apa emang malees liat berita) jadilah saya beralih ke jejaring sosial: sama, gak ada yang menarik *menarik rambut? apa narik hati? apa narik tambang?!@#$%^&asutdwk*error* sampai pada akhirnya saya ingat akan sosok yang always stunning, energetic, humble, & inspiring. Jadilah saya klik profilnya. Benar saja, lamaa gak ngikutin acara yang dipandu dia, tp dengan liat postingan-nya bikin berasa involved to the show, & biasanya postingan-nya seru-seru & bermanfaat. Seperti kali ini, i got h** blog site. Di blognya, ia (yang seorang jurnalis) banyak menulis tentang film review (suka sekali & suka ngikutin rekomendasi film darinya, seperti Crazy Stupid Love, One Day, Atonement, The Raid, dll), musik, kesehatan,kehidupan. Dan tentunya as journalist, kakak satu ini pastinya punya segudaaang cerita & pengalaman yang didapat, & I do thank h** udah mau berbagi tulisannya.

Hhhm, pada curious gaak sih sama profil yang bikin saya stay ampe sekarang ini? *heyyah peduli apaah sistaah* ya udah deh ah, i reveal who's profile making me stay until midnight *okeeh,backsound siyaaap*jrengjrengjreeeng* there i go: He/She/He/She/He/She is ..........................................
Marissa Anita:  A passionate Metro TV Anchor for 811Show & Indonesia Now who loves film, theatre, music, food/cooking and life << copas from her profile. 

 Kakak (panggil kakak ajaa yah) emang bener-bener full of passion deh dalam ngejalanin profesinya (yah setidaknya itu yang terlihat) tapi saya yakin, kalau seseorang melakukan sesuatu apapun dengan passion (dengan penuh kesukaan, rasa cinta, sepenuhnya) pasti orang lain pun akan ikut merasakannya. Dan energi positif yang kakak kece ini salurkan dalam postingan (baik di jejaring sosial maupun blog) sangatlah berasa (terbukti nih saya ampe begadang & jadi her stalker! hohooho)


Anyway, just visit her @MarissaAnita & http://marissaanita.com

Note: i miss watching her show. Dulu selalu pantengin tipi dari pukul 8-11. Temen-temen saya suka saya jejelin juga buat nonton 8-11 show, & mereka sih jadi betah coz ada Prabu sama Tommy Tjokro, tapi saya justru betah nonton karena Marissa-nya (and the team she said). Pernah waktu ada band MLTR live, saya bela-belain nonton di rumah temen coz tipi lagi rusak. The way she presents the show is always interesting & fun! *Kalo ketawa lepas & khas bangeet ampe mmuahahhahaha gitu*
 Kakak ini juga selalu tampil kece, cantik nan memukau. Yah itu tadi, karena semuanya dilakukan dengan passion. Semoga saya juga ketularan passion-nya yaa kaka! As what you replied to me on International Women's day: "Let's inspiring each other!" :)


Photo taken from http://marissaanita.com 

Kamis, 11 April 2013

Coba Katakan - Maliq & D'Essentials




Coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan dari apa yang dijalankan

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana
Buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa mewujudkan bahagia
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata
Telah terungkap semua yang ku rasa
Yang kuingin akhir yang bahagia
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Yang ku inginkan satu tujuan
Sebuah kenyataan bukan impian
Bukan harapan bukan alasan

Satu kepastian
Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan


This is one of my fave songs.. & i love the band too, and the personnels (Widi,Lale, asal jangan Angga ajah kan udah taken) hayaah! Yah pokoke saya suka denger lagunya dah.. Dah daaah! *wavinghands*

Rabu, 10 April 2013

Suratku


To whom it may concern...


Hai kamu... ya kamu.. sekalipun aku gagal mengembalikan memoriku akan namamu (seingatku Fakhie.. atau Rezzie? ) namun aku bisa mendeskripsikanmu : tinggi, kurus, berkacamata, dan aktif Pramuka. Tanpa bertemu, hanya dari barisan kata yang terangkai tentangmu -- tapi semuanya seolah melekat, membuat terasa dekat (sekalipun *sekali lagi* namamu terlupa).

Apa kabar, kamu? terakhir ku tahu kamu tengah menikmati malam api unggun bersama seseorang yang belum ku tahu -- seseorang dari masa lalu? Setidaknya baru itu yang disampaikan ayahmu. Aah, ingin mengikuti perkembanganmu, kisah-kisahmu.. Tahukah, aku mencari-cari dimana ku simpan akanmu. Rasanya di alam sadarku tak pernah menghapus apa yang pernah dikirimkan sang ayah untuk kemudian ku baca, untuk ku nikmati setiap rangkaian kata, untuk ku telusuri adakah yang bisa terangkai menjadi lebih indah.. Sungguh, aku rindu berdekatan denganmu.. kau direngkuhku, tak lepas dari pandangku, senyum dan kernyitan dahi menghiasi wajahku -- karenamu.

Apa kabar, kamu? Apakah sang ayah masih menengokmu? Bahkan mengurusmu? Membiarkanmu tumbuh, hidup, dalam ribuan kata lagi.. Sungguh, ingin kamu terlahir, ada di tengah dunia, memiliki rupa, dan kemudian berada di tangan-tangan dengan beragam pandangan..

Hai kamu.. ku tunggu kelahiranmu. Jika kamu ragu tak ada yang akan merengkuhmu, ada aku..yang siap menyambutmu. Dengan tanganku yang hangat. Dengan tatapku yang lekat. Sampaikanlah pada ayahmu... sampai bertemu!




*inspired from a mellow-catchy song from Yovie W. feat Sita Nurshanti Suratku  *


 
11 April 2013
00.11 a.m.


 

Sample text

Sample Text