Social Icons

Pages

Minggu, 06 September 2015

Beringin Cinta

Pernah mendengar cerita seram yang terjadi di bawah naungan pohon beringin? Konon pohon beringin yang berbatang besar dan menjulang ini merupakan sarang bagi mahluk yang kita percaya eksistensinya, namun kita tak berharap bertemu dengan mahluk tersebut yang telah memiliki tempat tinggal tersendiri di dimensi lain. Saya tahu akan ada bagian untuk saya mengangkat tema mitos dari suatu tempat di kota saya bertumbuh, maka kali ini saya akan mengulik suatu tempat yang tak terlihat lagi sisi seramnya, malah dijadikan tempat berkumpul para warganya, yaitu Beringin Cinta.

Beringin Cinta : ruang publik yang hijau dan sejuk


Beringin Cinta, sejujurnya saya sendiri tak tahu siapa yang awalnya memberi sebutan ini. Beringin Cinta merupakan suatu ruang hijau yang terletak di bagian depan kampus Unila (Universitas Lampung), sekitar 5 menit dari terminal Rajabasa. Para penimba ilmu di Unila pasti tak asing lagi dengan tempat ini. Tempat yang menawarkan kesejukan di bawah dua pohon beringin besar dan rindang di kala terik matahari berkuasa. Terdapat bangku-bangku dan meja dari semen yang rasanya sayang untuk tidak diduduki, kadang hanya mampir duduk untuk merenungi apa saja yang telah terjadi di hari ini, atau melihat tingkah polah para calon penerus bangsa yang tengah asyik bersenda gurau dengan teman-temannya, kemudian membahas program kerja kegiatan organisasinya. Seperti yang saya lakukan di siang menjelang sore sebelum kembali ke rutinitas kerja, saya menyempatkan diri mampir ke Beringin Cinta, diantar oleh seorang teman yang kemudian menggoda saya saat saya minta diturunkan di Beringin Cinta. Dipikirnya saya hendak menemui seseorang, padahal saya hanya ingin mengambil gambar dan tidak ingin menyia-nyiakan bangku yang telah disediakan untuk sekadar duduk dan menonton apa yang terjadi di sana.


"Mejong dija, wifinya kenceng." (Duduk di sini. wifinya kenceng) Terdengar seorang mahasiswa menyeru kepada kawannya yang duduk di bangku semen. *Well, aslinya orang tersebut tidak berbicara dalam bahasa Lampung, tapi bahasa Indonesia. Tapi apa yang dia bilang benar terjadi* Saya yang saat itu tengah asyik memfoto pohon beringin menggunakan kamera ponsel tiba-tiba tergelitik untuk mengecek apa yang dikatakan mahasiswa yang terlihat masih baru itu *soalnya dia botak, masih pake almamater, dan pas juga September ini adalah awal masuk kuliah*. Saat itu saya sedang kehabisan paket data internet, lumayan nih untuk mengecek dunia maya. Saya menunggu koneksi terhubung sembari melihat-lihat sekitar. Ada penjaja pempek yang meluruskan tangannya dan menjatuhkan kepalanya ke meja semen, terpejam sesaat sebelum kembali berkeliling menjadi penolong bagi mereka yang kelaparan dan butuh makanan pengganjal. Ada sekumpulan mahasiswa yang asyik ngobrol, duduk di bangku dan meja. Ada sekumpulan lagi duduk di bawah pohon dan beberapa mahasiswa yang saya duga seniornya (karena mereka berdiri dan terlihat memberi instruksi) ternyata tengah berlatih nari. Ada sepasang pria-wanita duduk dengan laptop di hadapan sang wanita. Ada pula yang berkumpul di suatu aula kecil *tadinya di situ ada warung makan dan minuman* Saya sendiri duduk bergabung dengan dua wanita yang asyik ngobrol. Saya kembali mengecek ponsel saya. Koneksi terhubung, tapi diamankan. Saya pun mengabaikan pengamanan yang diminta dan kembali memotret para mahasiswa yang tengah latihan menari.

Wifi kenceng konon berpihak di bawah 'rumah' yang diduduki para pria itu
 Para calon penerus bangsa
 Para mahasiswa yang latihan menari
 Masih latihan menari
 dan masih berlatih, sementara pikiran saya juga ikut menari
dua mahasiswa (baru lagi) di pojok sana

 penjaja pempek yang beristirahat


Beberapa menit saya habiskan untuk melihat gerakan tari yang sederhana, sambil menatap gedung kampus di seberang yang merupakan tempat saya menghabiskan hampir 5 tahun untuk menimba ilmu dan meraih gelar S1, pikiran saya pun menari di masa lalu. Betapa Beringin Cinta juga menjadi saksi perjuangan para penimba ilmu, menjadi tempat yang menyejukkan *setelah masjid Al Wasi'i Unila tentunya* buat saya dan teman-teman berkumpul membahas menumpuknya mata kuliah yang diyakini akan menurunkan kadar kesehatan jiwa jika tidak disiasati dengan bijak *oke, saya lebay :D* Betapa beringin menjadi tempat beristirahat di kala penat dan cuaca serta pikiran tak bersahabat *anginnya itu looh bikin adem dan tentram*. Tak hanya itu, beringin juga dijadikan tempat pelarian saat ada razia celana jeans *tempat saya kuliah harus mengenakan rok dasar untuk wanita dan celana dasar untuk pria, tapi berhubung mahasiswa jurusan yang saya ambil berasa turis jadi berprinsip peraturan itu dibuat untuk dilanggar xD* *mendadak geli mengingat sekarang saya tidak memiliki barang sepertiga pun potongan celana jeans :D*.  Beringin pun dijadikan meeting point buat janjian dengan teman-teman beda fakultas *atau jadi temporary room kalau cabut mata kuliah*, bahkan pernah menjadikan beringin sebagai tempat mengintai dari jauuuh seseorang yang disuka :D.

pemandangan di seberang yang merupakan kampus saya
(iyah, keliatan atapnya doang, yah)

Beringin Cinta. Ya, mungkin nama ini tak lepas dari pemanfaatan ruang hijau yang sangat sederhana ini sebagai meeting point, tempat bertemu. Tempat kopi darat seseorang dari antar fakultas, atau mahasiswa luar, atau pegawai kantoran, atau pegawai Unila, atau bahkan masyarakat sekitar pun diperbolehkan memanfaatkan ruangan ini sebagai tempat awal untuk bertemu, menumbuhkan rasa cinta demi masa depan yang bahagia, cerah membuncah dipenuhi cinta. Sebuah ruang publik yang sangat sederhana, namun menawarkan kenyamanan luar biasa. Mari duduk dinaungi rimbun pohon beringin dengan angin semilir meniupkan kesejukan dan kenyamanan yang dapat dengan mudah didapatkan. Berharap koneksi internet di sini bisa diakses oleh masyarakat umum agar ruang publik ini menjadi pilihan buat masyarakat Bandar Lampung untuk berkumpul sambil terhubung dengan dunia maya *baru ingat kalau fasilitas internet di sini bisa diakses sama para pemegang KTM yang mendaftarkan dirinya di Pusat Komputer Unila untuk mendapatkan id dan password-nya :D* Dan berharap Beringin Cinta tetap ada dan meniupkan pesan cinta dan kasih sayang, bisa dengan menyayangi tempat ini dengan menjaganya bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, dan tentunya untuk tidak menyambangi tempat ini di malam hari karena… yah tahu sendiri reputasi pohon beringin tua bagaimana ;).

saking nyamannya dan semilir angin bikin mbaknya rebahan total
penampakan pohon beringin

penampakan pohon beringin lainnya

6 September 2015
17:03

Rabu, 02 September 2015

Bundaran Gajah



Selamat datang di kota Bandar Lampung--kota tapis berseri (tertib, aman, patuh, iman, sejahtera, bersih, sehat, rapi, dan indah). Tapis berseri sebenarnya merupakan kain sarung dengan tenunan benang emas dan perak  bermotif khas Lampung, seperti motif alam, perahu, flora, dan fauna. Salah satu tanda kalau kita tengah berada di Bandar Lampung adalah saat kita melewati bundaran gajah. Ya, gajah sebagai ikon Lampung dan tak jarang masih banyak yang beranggapan kalau di Bandar Lampung banyak berkeliaran gajah dan terdapat banyak hutan. Saya kerap mendapati pertanyaan dari saudara jauh yang sudah lama sekali tak berkunjung ke tempat tinggal saya, atau juga sekadar pertanyaan iseng, "memang di Lampung masih banyak gajahnya?" Saya geli sendiri membayangkan kalau di tengah kota yang merupakan gerbang utama pulau Sumatera, penghubung pulau Jawa dengan pulau Sumatera, kemudian penduduknya mesti berjibaku dengan gajah. Memang dahulunya Lampung pada umumnya dijadikan tempat transmigrasi dari masyarakat di pulau Jawa saat masih berupa hutan belantara dan belum diolah. Tapi sekarang? Sekarang kota Bandar Lampung merupakan pusat jasa, perdagangan, dan perekenomian provinsi Lampung. Kota yang mulai bergerak maju dengan pembangunan di sana-sini dan keramaian yang dtimbulkan akibat pertumbuhan penduduk yang pesat. Jika ingin bertemu dengan gajah, boleh diwakili dengan tugu gajah yang terletak di tengah kota ini.



Kawasan bundaran gajah ini juga dinamai tugu adipura, karena ada tugu adipura yang menjulang menemani tugu gajah dan kolam mancur dengan ornamen tapis menghiasi di temboknya, namun masyarakat lebih senang menamainya dengan bundaran gajah. Bundaran gajah menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat Lampung ataupun wisatawan sebagai objek fotografi. Tak jarang setiap kali ada keluarga yang berkunjung di Bandar Lampung, mereka meminta untuk mengabadikan momen bersama di bundaran gajah dalam jepretan kamera. Untuk masyarakat Lampung sendiri menjadikan bundaran gajah sebagai tempat berolahraga di Minggu pagi (diadakan car free day di kawasan ini), tempat berkumpul komunitas di malam hari, juga tempat diselenggarakan event tertentu, seperti pawai ogoh-ogoh saat perayaan nyepi yang memakai bundaran gajah sebagai tempat berkumpul dan membuat masyarakat ikut tertarik menyaksikan pawai yang juga  merupakan kegiatan masyarakat beragama Hindu. Di sini kita bisa melihat bahwa Bandar Lampung sebagai ibu kota Lampung. provinsi di ujung selatan pulau Sumatera yang memiliki slogan “Sai Bumi Ruwa Jurai”, yang artinya satu bumi, dua keturunan. Dua keturunan bisa diartikan sebagai masyarakat Lampung asli yang memiliki dua adat, yaitu adat pepadun dan adat sai batin. Juga secara sosiologis dapat diartikan sebagai dua unsur golongan masyarakat yang ada sekarang, yaitu Lampung asli dan Lampung pendatang. Dengan begini terasa sekali bahwa Lampung pada umumnya sangat menghargai para pendatang dan dapat terjalin hubungan yang baik dan harmonis antara masyarakat pribumi dan pendatang untuk saling membangun kota Bandar Lampung.  

bundaran gajah di malam hari

kakak yang berpose berasa jadi turis saat kepulangannya setelah merantau dan menikahi pujaan hati :p

pawai ogoh-ogoh (diambil dari bandarlampungkota.go.id)

tulisan tangan dengan aksara Lampung
(yups, masyarakat Lampung juga punya aksara tersendiri. ini modal belajar dari SD sampai SMP)


3 September 2015
11:50



Senin, 13 April 2015

Superheroes


                                                                      All her life she has seen
                                                                     All the meaner side of me

They took away the prophet's dream for a profit on the street

Now she's stronger than you know
A heart of steel starts to grow

All his life he's been told
He'll be nothing when he's old
All the kicks and all the blows
He won't ever let it show

'Cause he's stronger than you know
A heart of steel starts to grow

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly
(Every day, every hour
Turn the pain into power)

When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's how a superhero learns to fly
(Every day, every hour
Turn the pain into power)

All the hurt, all the lies
All the tears that they cry
When the moment is just right
You see fire in their eyes

'Cause he's stronger than you know
A heart of steel starts to grow

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly
Every day, every hour
Turn the pain into power

When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

{Power, power, power, power, power}

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

{Power, power, power, power, power}

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

She's got lions in her heart
A fire in her soul
He's a got a beast in his belly
That's so hard to control
'Cause they've taken too much hits
Taking blow by blow
Now light a match, stand back, watch them explode

She's got lions in her heart
A fire in her soul
He's a got a beast in his belly
That's so hard to control
'Cause they've taken too much hits
Taking blow by blow
Now light a match, stand back, watch them explode, explode, explode, explode

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's a how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's a how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

Oh, yeah...

{Power, power, power, power, power}

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

{Power, power, power, power, power}

Ooh, yeah
Whoa

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly





I rarely watch music video, even for the band or the singer that i love-- like you-know-who Buble and so on (because on his last video he (again) asked her loved one to join in the MV *grrrr*). So who/what brought me to this video? I just listened the song from the radio, and I thought something catchy in the tittle "Superheroes". It led me to find the song and as what I've got from azlyrics.com, I just love the song! I don't even wonder that the song could tell me how to be a superhero. What did he say? Every day, every hour turn the pain into power. And the music video, it's just touchy! Their performance was great, and I love the people who stand watching the band and clap their hands, even probably they feel difficult and sorrow, but how music can bring the joy. And yeah, another reason why i get trapped to this video, because i remember that the vocalist (Danny O'Donoghue) is worth to get the attention! xoxo


Note: then don't get fallin' on their another MV : The Man Who Can't Be Moved. xD


14 April 2015
11:01

Selasa, 07 April 2015

Perks of Being Single Worker(s)




And here we go! This is it! Akhirnya telah sampailah pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa *weii, jadi uud gini*. Well, jadi gini... pengin cuap-cuap aja sih sebenernya perihal apa yang terjadi di sekitar dan saya alami sendiri. Lagi pengin menyoroti kehidupan di umur 20-an hihihiii. Dan kali ini mau bahas perihal... being single in this tough world *jreng jreeng*. Iyah, saya mau perkecil lagi cakupan 'world'-nyah: menjadi pekerja berstatus single. Kenapa bahas ini? Karena emang lagi dialami dan ternyata seru loh saat kita-kita yang single berhadapan dengan mereka-mereka yang sudah menikah :D. Walau di tempat saya bekerja masih banyak yang single *yaah seenggaknya buat beberapa bulan ini :D*, tapi  'pergesekan' asoy antara para lajang dan para... (para apa nih buat yang udah nikah? parampam yaah :D) menjadi menarik untuk disimak.

Ada yang bilang menjadi single itu ibarat mata pisau. Di satu sisi, bahagia akan kebebasan, di sisi lain ada kecemasan belum menemukan pasangan. Di sini, saya sih jadi single bukannya karena emang pengin sendiri gak kepikiran untuk punya pasangan *yaiyalaah mau punya partner in crime, partner in everything which is my hubby, mamaaaah* Namun saat belum menemukan pasangan, dan jadilah single *dari tadi singgal-singgel muluu jadi bayangin keju kraft single :9* rasanya we could do nothing except praying, praying, praying, and doing good things. Belum lagi teman-teman di sekitar satu per satu sudah pada berkeluarga,sementara kita (saya) belum juga melepas status lajang (apalagi kalau temannya itu usianya jauh lebih muda xD) Rasanya 'ini gak fair, ini gak fair!' *ala cinta di aadc*, rasanya seperti ditinggalkan di tengah taman dengan tatanan indah, tapi satu per satu lampunya mati dan meninggalkan gelap *iki ophoo*. As a single fighter, pasti ada masa-masa beneran alone & lonely (booow, drama dramaah), tapi coba deh untuk berkumpul dengan para singles lainnya (hahaaa buat aliansi), dan juga gak boleh anti sama yang udah nikah. Dan coba deh lihat, ada kebahagiaan-kebahagian yang bisa kita rasakan saat menjadi single:


       1.  Bisa bebas ke mana-mana suka-suka
"Pulang kerja makan mi ayam yuk..."
"Besok ke sini yuuk..."
"Lusa ke sono yukk..."
"Minggu depan metis yuuk..."
"Liburan nanti ke Jogja yuuk..."
Inilah kesenangan 'sejati' kaum singles. Kerjaannya bikin planning ke sana kemarih  xD. Yang dipikirin cuma... diri sendiri! Iyes, maksudnyah coba kalau sudah berkeluarga, butuh banyak pertimbangan untuk pergi ke sana kemari. Lah kalau masih sendiri mah, tinggal intip isi dompet kira-kira masih bisa survive gak yaa untuk dipakai makan di luar / nonton bareng/ shopping xD. Tak jarang saya dan rekan-rekan kerja tercintah berkumpul bersama. Dan seringnya, yang kumpul adalah yang masih pada single hihihii. Yah itu tadi, karena misal, saat pulang kerja mau mampir makan dulu, yang sudah menikah kerap gak bisa ikutan karena... taulah ya, mau masak buat suami, mau makan malam di rumah, mau ngurusin bayi, kalaupun bisa keluar tapi males mesti bawa bayi, dhymtbjml *dan hal yang merepotkan tapi bisa jadi menyenangkan lainnya*. Bahkan, pun buat yang masih single juga kadang ada saat di mana kita gak bisa kumpul *yang mau beberes rumah, pulang kampung, persediaan dollar menipis, dll*. Tapi setidaknya, singles bisa bebas kumpul-kumpul, bisa ke mana-mana menghadapi dunia bersama.

2. Cocok buat jadi tim cheerleaders atau srimulat
Sebenarnya hal ini tergantung pribadi kaum singles-nya sih. Cuma kok ya, ndelalah (tau kan arti ndelalah) di tempat kerja saya ketemu dengan kaum singles yang kerjaannya bikin ketawa-tawa. Asli! Setiap kali kumpul sama para single, itu mesti ada aja hal-hal yang diketawain, padahal terkadang lagi ngerasa susah, merana bermuram durja, tapi kalau para singles udah bersatu, hahahahaa jangan macam-macam karena kami akan menguasai dunia! xDD. Tak jarang kaum singles ini jugalah yang menebar keceriaan dan kebahagiaan di balik kegundahgulanaannya (sebenernyaaa).

3. Boleh kasih sumbangan secara kolektif
Iyaah, ini beneran asyiknya jadi single! Perlu diingatkan lagi, kalau bahasan kali ini menyangkut perihal kehidupan di umur 20-an, yang artinya... bakal ada momen di mana bertemu dengan orang-orang yang mengambil keputusan besar dalam hidupnya, yaitu menikah. Di dunia kerja pastinya banyak ditemui teman-teman yang tadinya single, lantas dalam hitungan tahun, bahkan bulan lantas melepas masa single-nya. Di usian 20-an, pasti banyak deh dapet undangan pernikahan. Nah, di tempat saya bekerja sudah tak terhitung deh dapat berapa undangan. Karena banyaknya pekerja yang juga kebanyakan kaum wanita, jadinya rentan banget (eh kok rentan sih – ganti ah!), jadinya rawan banget, eh jadinya banyak banget yang menikah di umur 20-an. Biasanya teman-teman kerja yang pada single akan bersatu mengumpulkan sumbangan hihihihihii.  Sebenarnya sih gak ada batasan untuk kasih sumbangan, mau single atau udah nikah kalau mau barengan ya hayoo aja, tapi saya perhatikan untuk yang sudah menikah terkadang lebih memilih untuk ‘nyumbang’ atau cari kado sendiri. Kalaupun mau bareng, mereka semacam yang minta izin dulu ke teman yang suka ngumpulin sumbangan: “nti aku nyumbangnya ikut bareng yaa...” padahal kalau yang single mah gak perlu pake izin lagi langsung aja ngumpulin uang sumbangan. Lumanyaan ;)

4. Terbukanya sulaman jaring laba-laba

Lagi, bicara tentang single pasti akan mucul kata yang satu ini: kebebasan. Bukan, bukan berarti ketika seseorang tidak lagi single menjadi tidak punya kebebasan, menjadi terkungkung,  tapi untuk yang single pasti otomatis mereguk kebebasan ini. Dan sebagai seorang single yang juga (sok) sibuk bekerja, akan bertemu banyak relasi kerja. Tapi kalau pengalaman saya sih, saya masih berkutat di lingkup intern  di tempat kerja, yang mana... yah ketemunya sama wanita-wanita single jugaa xDD. Ada juga sih beberapa yang sudah menikah. Ohya saya juga sempat nimbrung di suatu komunitas yang bisa membuka kesempatan saya untuk lebih mengenal banyak orang, punya teman baru lagi, tapi kemudian tempat buat ngumpulnya lagi direnovasi dan gak tau kapan ada gelaran lagi. Namun yang pasti, dengan status yang masih single ting-ting, membuat terbukanya kesempatan untuk setidaknya lebih mengenali diri sendiri dulu, baru kemudian bisa terbuka untuk membangun relasi, dan berlanjut jadi suatu hubungan yang berkomitmen. Mungkin begitu. ;)



April 7th, 2015
21:41

Senin, 16 Maret 2015

I Will Marry a Guy


I will marry a guy who :

- can sing me Buble's songs (better if he has such a dandy style and sense of humor like Buble does!)
- always uses the wedding ring (still it's inspired from Buble :D)
- can play any music instruments (guitar or piano, even drum)
- writes a book / some books and states my name in his acknowledgement (for what, haa!)
- can cook a delicious meal (it's okay if it's just simple meal, like tumis-tumis or fries)
- can do house chores well (let's work together, baby!)
- can take care of himself
- has senses of humor and sexy brain (you know what i mean?)
- wearing glasses might be extra point
- accompanies me to my favorite singer's/band's concert voluntarily , and being crazy at the concert is something i wish to come true
- can build me a home in (at least) South Tangerang area (just to be D's neighbour, or just to get a chance to meet her at the market :D)
- 's absolutely morning person!
- 's choleric / sanguine
- loves collecting books than akik ring a.k.a. cincin batu akik :D
- supports women's rights
- gives me a prerogative to name the baby-born as what i want :D
- doesn't care what i wrote above as long as he loves me, treats me very well and really understands me, and can guide me to be better and brighter. be a lifetime partner, then!











March 16th, 2015
11:31 p.m.

Senin, 16 Februari 2015

Lost Stars





Please don't see just a girl caught up in dreams and fantasies.
Please see me reaching out for someone I can't see.
Take my hand, let's see where we wake up tomorrow.
Best laid plans; sometimes i'm just a one night stand.
I'll be damned; Cupid's demanding back his arrow.
So let's get drunk on our tears.

And God, tell us the reason is this 
youth wasted on the young.
It's hunting season and this lamb is on the run.
We're searching for meaning...
But are we all lost stars trying to light up the dark?

Who are we? Just a speck of dust within the galaxy.
'Who is me' if we're not careful turns into reality.
Don't you dare let our best memories bring you sorrow.
Yesterday I saw a lion kiss a deer.
Turn the page; maybe we'll find a brand new ending.
Where we're dancing in our tears.

And God, tell us the reason youth 
is this youth on the young.
It's hunting season and this lamb is on the run.
We're searching for meaning...
But are we all lost stars trying to light up the dark?

I thought I saw you out there crying...
I thought I heard you call my name...
I thought I heard you out there crying...
But just the same...

And God, tell us the reason youth is wasted on the young.
It's hunting season and this lamb is on the run.
Searching for meaning...
But are we all lost stars trying to light up the dark?
Are we all lost stars trying to light up the dark?






Note : I thought I could stand not to share this song, but i was wrong. Sumpah yaa, abis nonton filmnya langsung yang mikir, ini Kiera playback or lip-sync doang kali, yaa? Eh, gak tahunya dia nyanyi beneran, dong! (ya tapi kan bisa aja dia ngaku-ngaku nyanyi padahal nyewa orang *masih gak percaya Kiera nyanyi dan lagunya menyayat-nyayat hati* *suaranya juga okee* *ya mungkin juga dibantu efek suara semacam apalah gak ngerti* *please, mbaak*)

Dan untuk lagu yang satu ini, I can't help but share this in my blog, yang bikin saya nyeees banget apalagi waktu liat bagian Gretta (Kiera Knighley) nyanyi untuk Dave (Adam Levine) , si calon bintang yang baru akan menghadapi industri musik, yang kemudian... udahlah, gedek jadinya kalo bahas Dave hakhaks xD. *i saw there would be something at next, dan ketara banget gimana (sebenarnya) cemasnya Gretta terhadap Dave ke depannya, tapi doi tetep optimis*. Sempet ikutan sebel waktu tahu si Dave ngerombak lagu ini di albumnya "on the road', langsung yang mikir, "apa-apaan lah Dave ini make-make lagunya Gretta?". Tapi kemudian inget, ini lagu kan emang dikasihin Gretta ke Dave. Dan waktu Gretta juga sebel lagunya dirombak abis, "I write it as a ballad, I don't know it becomes another stage of pop.", but next guess what happen after Gretta grumbling ngalor ngidul panjang banget, then she smiled and said, "Everything has changed.", well-done-everything-has-changed-that-we-usually-find-as-a-whatever-quote-beautifully-done-by-gorgeous-Gretta.

the saviour in this song
Sometimes I feel like , oh, don't let me fall my tears just for this cheesy song, then i found a lyric, "Who are we? Just a speck of dust within the galaxy", and thanks God i can laugh for that punch. Ya coba kamu artiin lirik yang dicetak tebal ituh, yang bisa jadi begini: "kita mah apa atuh, cuma setitik debu di galaksi"  *woooy, keterlaluan* Saya yang (again) langsung mikir, ini mungkin pencipta lagunya (Gregg Alexander) abis googling lagu yang populer di dunia, terus dia nemu salah satunya lagu "butiran debu" hahaa. Dan tahukah, lagu ini masuk nominasi Oscar 2015 sebagai best song *walau sebenarnya gak peduli juga sama award-award-an*

Sebuah lagu yang cheesy, soft & calm (tapi sedikit upbeat untuk yang bagian Adam Levine), tapi biar kata cheesy , ada juga unsur puitisnya seperti yang di bagian “butiran debu” itu dan bagian “It's hunting season and this lamb is on the run, searching for meaning.. But are we all lost stars trying to light up the dark?” Lagu ini dinyanyikan dalam dua versi: satu versinya Kiera dan satunya versi Adam Levine yang menurut saya, pas di bagian “I thought I saw you out there crying...”, suara khasnya Adam malah jatuhnya kayak Chipmunks gitu hahaa sorry, but i bet you will enjoy this song, as I do today. If you're not into the song, so just let me getting crazy sharing and talking all this s*i**.


another chit-chat:



lucu gimana Kiera pastinya cemas banget mesti kudu rekaman nyanyi, yang tentunya out of her comfort zone, udah gitu ada penyanyi yang udah punya kemampuan yang mumpuni lagi, si Adam Levine. terus yang Adam Levine nenangin dia dengan bilang kalau nyanyi itu easy. yang kemudian Kieranya ketawa "yeah, it's easy for you" (ya eyalaah, mudah menurut lu). Tapi kemudian pewartanya balikin lagi, "pastinya kamu bilang hal yang sama ke Adam Levine, acting is easy", Dan tentunya si cantik-keliatan-baik-baik ini bilang hal itu ke Adam Levine. What a support! Belakangan jadi tahu kalau suami Kiera itu adalah musisi, si James Righton. yah, gitu deh. How this work mean a bit entertaining, relaxing, reflecting, for me.


17 Februari 2015
11:45



Sabtu, 20 Desember 2014

Finding Soulmate





"Lucu kali yaa kalo punya suami penyanyi?"




Celetukan seperti itu terlontar begitu saja di malam hari sepulang kerja saat menunggu hujan reda. Celetukan yang entahlah, sebenarnya wajar, atau terdengar putus asa, atau sekadar terbawa suasana. Saat itu saya tengah memutar lagu sembari menatap jalanan yang dibasahi hujan, yang kemudian disambar oleh angan seorang teman yang mendamba bersuamikan seorang penyanyi. What a life of twenty-something ladiez! :D

Sebagai seorang wanita yang sudah memasuki usia kepala dua, rasanya topik seputaran percintaan dan pencarian belahan jiwa (lagi, pake dibelah segala. jadi ribet sendiri kan nyarinya) menjadi makanan sehari-hari dan tak akan ada habisnya diperbincangkan (ya bow, tau sendiri kan kalo bahannya abis ya jadi kelaperan doong). Seperti yang terjadi di malam yang berhujan, hanya karena saya memutar lagu cinta dari seorang penyanyi yang emang supercharming and adorable, jadilah tercipta angan-angan untuk punya pasangan impian. Saat itu sih saya dan teman-teman gak langsung ngerumpiin perihal pasangan (secara belum ketemu atau belum ditemukan), tapi gak tau kenapa yah sayanya yang jadi kepikiran.

Jadi ginii, yang membuat saya kepikiran adalah di saat kita (terutama para wanita dengan usia 20an) belum bertemu dengan pasangan tersayang, maka yang bisa dilakukan adalah membentuk angan akan seperti apakah pasangan kita tersebut nantinya. Ada yang memasang kriteria untuk mendapatkan pasangan yang ganteng. Ada yang pengin pasangannya nanti punya jiwa kebapakan, ada yang punya selera humor yang asyik, atau ada juga yang pengin punya keahlian khusus, seperti pintar masak, pintar nyanyi, atau pintar mijit (kalau pintar akting mau juga, gak?). Terkadang kita juga jadinya mencari role model sebagai sosok pasangan idaman, seperti kalau untuk penyanyi, penginnya yang dandy and funny kayak Michael Buble, atau charming and cool kayak Adam Levine. Untuk aktor, mungkin pengin punya pasangan kayak Ryan Goosling atau si pemilik aksen seksi Jim Sturgess. Kalau ala pemain bola, pengin memiliki pasangan dengan tampang plus rekening bank milik Christiano Ronaldo, atau Bastian Schweni. Dan setiap kali memikirkan tentang akan seperti apa pasangan kita nantinya, sangatlah seru dan menyenangkan. Abisnya pasti mikirinnya yang baik-baik dan bagus dong ya. Dan setelah berangan-angan biasanya baru berpikir, “terus, bisa dapet di mana yah pasangan yang diidam-idamkan itu?”

Seperti yang terjadi pada pasangan yang saya kenal dan gak tau kenapa, berada di dekat mereka selalu menyenangkan. Keceriaan dan kehangatan selalu terpancar dari mereka berdua, dan juga kemesraan. Saya berpikir kalau pasangan ini sungguh serasi sekali dan selalu kompak sampai saya menemukan fakta yang jadinya lucu, dan ternyata pasangan ini tidaklah selalu kompak seperti yang saya pikirkan. Saat itu sang suami dengan wajah cengar-cengirnya bercerita ke saya kalau istri tersayangnya melabeli dia dengan, “a guy with no imagination”, cuma karena suaminya itu paling gak suka baca buku, sementara istrinya suka banget baca buku. Mendengarnya, saya pun cuma tertawa. Saya tak habis pikir melihat sang istri yang tak bisa lepas dari buku, sementara suaminya akan gampang sekali tertidur setiap kali baca buku, sehingga ia menghindarinya. Tapi rasanya, menilik hubungan mereka yang harmonis, hal itu bukanlah hal yang besar dan i think he got a big excuse form his wife: it’s okay you dislike reading, but you must like and love me forever :)


Sah-sah saja sebenarnya untuk punya kriteria pasangan idaman dan tersayang. Toh, buat yang belum menemukan pasangan, memang menjadi kesenangan tersendiri untuk menciptakan karakter pasangan sendiri. Namun, yang lebih seru lagi adalah  saat kita menemukan pasangan sejati. Akan banyak kejutan-kejutan , penyesuaian dan penerimaan yang mesti dilakukan apalagi kalau ternyata pasangan kita tidak sesuai dengan karakter rekaan kita sebelumnya :D. Tapi lucunya, kita akan excuse untuk kekurangan-kekurangan dari pasangan dan belajar untuk menerima pasangan kita just the way he is. Dari yang tadinya punya kriteria tinggi seperti punya suara semerdu Buble, tampang sekarismatik Michael Ballack, kantong setebel Ronaldo, lalu saat kita menemukan pasangan yang sesungguhnya, kita cuma bisa berkata sambil tertawa, “you’re the most wonderful people that i have, number one above those crazy charming guys.” But before you say it, make sure that he’s worth for all the love and privilage you are going to share ;).



...It's not easy when the road is your driver
Honey, that's a heavy load that we bear
But you know I won't be traveling a lifetime
It's cold out but hold out and do like I do
 

OhIneedyou...

*kemudian nti kalo punya anak penginnya yang punya suara merdu and supaclean macam Hanin. what a life of dreamy lives ;)*




December 21st
10:45 a.m.





 

Sample text

Sample Text