Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label #TalesOfATwentySomethingLady. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #TalesOfATwentySomethingLady. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2015

Perks of Being Single Worker(s)




And here we go! This is it! Akhirnya telah sampailah pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa *weii, jadi uud gini*. Well, jadi gini... pengin cuap-cuap aja sih sebenernya perihal apa yang terjadi di sekitar dan saya alami sendiri. Lagi pengin menyoroti kehidupan di umur 20-an hihihiii. Dan kali ini mau bahas perihal... being single in this tough world *jreng jreeng*. Iyah, saya mau perkecil lagi cakupan 'world'-nyah: menjadi pekerja berstatus single. Kenapa bahas ini? Karena emang lagi dialami dan ternyata seru loh saat kita-kita yang single berhadapan dengan mereka-mereka yang sudah menikah :D. Walau di tempat saya bekerja masih banyak yang single *yaah seenggaknya buat beberapa bulan ini :D*, tapi  'pergesekan' asoy antara para lajang dan para... (para apa nih buat yang udah nikah? parampam yaah :D) menjadi menarik untuk disimak.

Ada yang bilang menjadi single itu ibarat mata pisau. Di satu sisi, bahagia akan kebebasan, di sisi lain ada kecemasan belum menemukan pasangan. Di sini, saya sih jadi single bukannya karena emang pengin sendiri gak kepikiran untuk punya pasangan *yaiyalaah mau punya partner in crime, partner in everything which is my hubby, mamaaaah* Namun saat belum menemukan pasangan, dan jadilah single *dari tadi singgal-singgel muluu jadi bayangin keju kraft single :9* rasanya we could do nothing except praying, praying, praying, and doing good things. Belum lagi teman-teman di sekitar satu per satu sudah pada berkeluarga,sementara kita (saya) belum juga melepas status lajang (apalagi kalau temannya itu usianya jauh lebih muda xD) Rasanya 'ini gak fair, ini gak fair!' *ala cinta di aadc*, rasanya seperti ditinggalkan di tengah taman dengan tatanan indah, tapi satu per satu lampunya mati dan meninggalkan gelap *iki ophoo*. As a single fighter, pasti ada masa-masa beneran alone & lonely (booow, drama dramaah), tapi coba deh untuk berkumpul dengan para singles lainnya (hahaaa buat aliansi), dan juga gak boleh anti sama yang udah nikah. Dan coba deh lihat, ada kebahagiaan-kebahagian yang bisa kita rasakan saat menjadi single:


       1.  Bisa bebas ke mana-mana suka-suka
"Pulang kerja makan mi ayam yuk..."
"Besok ke sini yuuk..."
"Lusa ke sono yukk..."
"Minggu depan metis yuuk..."
"Liburan nanti ke Jogja yuuk..."
Inilah kesenangan 'sejati' kaum singles. Kerjaannya bikin planning ke sana kemarih  xD. Yang dipikirin cuma... diri sendiri! Iyes, maksudnyah coba kalau sudah berkeluarga, butuh banyak pertimbangan untuk pergi ke sana kemari. Lah kalau masih sendiri mah, tinggal intip isi dompet kira-kira masih bisa survive gak yaa untuk dipakai makan di luar / nonton bareng/ shopping xD. Tak jarang saya dan rekan-rekan kerja tercintah berkumpul bersama. Dan seringnya, yang kumpul adalah yang masih pada single hihihii. Yah itu tadi, karena misal, saat pulang kerja mau mampir makan dulu, yang sudah menikah kerap gak bisa ikutan karena... taulah ya, mau masak buat suami, mau makan malam di rumah, mau ngurusin bayi, kalaupun bisa keluar tapi males mesti bawa bayi, dhymtbjml *dan hal yang merepotkan tapi bisa jadi menyenangkan lainnya*. Bahkan, pun buat yang masih single juga kadang ada saat di mana kita gak bisa kumpul *yang mau beberes rumah, pulang kampung, persediaan dollar menipis, dll*. Tapi setidaknya, singles bisa bebas kumpul-kumpul, bisa ke mana-mana menghadapi dunia bersama.

2. Cocok buat jadi tim cheerleaders atau srimulat
Sebenarnya hal ini tergantung pribadi kaum singles-nya sih. Cuma kok ya, ndelalah (tau kan arti ndelalah) di tempat kerja saya ketemu dengan kaum singles yang kerjaannya bikin ketawa-tawa. Asli! Setiap kali kumpul sama para single, itu mesti ada aja hal-hal yang diketawain, padahal terkadang lagi ngerasa susah, merana bermuram durja, tapi kalau para singles udah bersatu, hahahahaa jangan macam-macam karena kami akan menguasai dunia! xDD. Tak jarang kaum singles ini jugalah yang menebar keceriaan dan kebahagiaan di balik kegundahgulanaannya (sebenernyaaa).

3. Boleh kasih sumbangan secara kolektif
Iyaah, ini beneran asyiknya jadi single! Perlu diingatkan lagi, kalau bahasan kali ini menyangkut perihal kehidupan di umur 20-an, yang artinya... bakal ada momen di mana bertemu dengan orang-orang yang mengambil keputusan besar dalam hidupnya, yaitu menikah. Di dunia kerja pastinya banyak ditemui teman-teman yang tadinya single, lantas dalam hitungan tahun, bahkan bulan lantas melepas masa single-nya. Di usian 20-an, pasti banyak deh dapet undangan pernikahan. Nah, di tempat saya bekerja sudah tak terhitung deh dapat berapa undangan. Karena banyaknya pekerja yang juga kebanyakan kaum wanita, jadinya rentan banget (eh kok rentan sih – ganti ah!), jadinya rawan banget, eh jadinya banyak banget yang menikah di umur 20-an. Biasanya teman-teman kerja yang pada single akan bersatu mengumpulkan sumbangan hihihihihii.  Sebenarnya sih gak ada batasan untuk kasih sumbangan, mau single atau udah nikah kalau mau barengan ya hayoo aja, tapi saya perhatikan untuk yang sudah menikah terkadang lebih memilih untuk ‘nyumbang’ atau cari kado sendiri. Kalaupun mau bareng, mereka semacam yang minta izin dulu ke teman yang suka ngumpulin sumbangan: “nti aku nyumbangnya ikut bareng yaa...” padahal kalau yang single mah gak perlu pake izin lagi langsung aja ngumpulin uang sumbangan. Lumanyaan ;)

4. Terbukanya sulaman jaring laba-laba

Lagi, bicara tentang single pasti akan mucul kata yang satu ini: kebebasan. Bukan, bukan berarti ketika seseorang tidak lagi single menjadi tidak punya kebebasan, menjadi terkungkung,  tapi untuk yang single pasti otomatis mereguk kebebasan ini. Dan sebagai seorang single yang juga (sok) sibuk bekerja, akan bertemu banyak relasi kerja. Tapi kalau pengalaman saya sih, saya masih berkutat di lingkup intern  di tempat kerja, yang mana... yah ketemunya sama wanita-wanita single jugaa xDD. Ada juga sih beberapa yang sudah menikah. Ohya saya juga sempat nimbrung di suatu komunitas yang bisa membuka kesempatan saya untuk lebih mengenal banyak orang, punya teman baru lagi, tapi kemudian tempat buat ngumpulnya lagi direnovasi dan gak tau kapan ada gelaran lagi. Namun yang pasti, dengan status yang masih single ting-ting, membuat terbukanya kesempatan untuk setidaknya lebih mengenali diri sendiri dulu, baru kemudian bisa terbuka untuk membangun relasi, dan berlanjut jadi suatu hubungan yang berkomitmen. Mungkin begitu. ;)



April 7th, 2015
21:41

Senin, 16 Maret 2015

I Will Marry a Guy


I will marry a guy who :

- can sing me Buble's songs (better if he has such a dandy style and sense of humor like Buble does!)
- always uses the wedding ring (still it's inspired from Buble :D)
- can play any music instruments (guitar or piano, even drum)
- writes a book / some books and states my name in his acknowledgement (for what, haa!)
- can cook a delicious meal (it's okay if it's just simple meal, like tumis-tumis or fries)
- can do house chores well (let's work together, baby!)
- can take care of himself
- has senses of humor and sexy brain (you know what i mean?)
- wearing glasses might be extra point
- accompanies me to my favorite singer's/band's concert voluntarily , and being crazy at the concert is something i wish to come true
- can build me a home in (at least) South Tangerang area (just to be D's neighbour, or just to get a chance to meet her at the market :D)
- 's absolutely morning person!
- 's choleric / sanguine
- loves collecting books than akik ring a.k.a. cincin batu akik :D
- supports women's rights
- gives me a prerogative to name the baby-born as what i want :D
- doesn't care what i wrote above as long as he loves me, treats me very well and really understands me, and can guide me to be better and brighter. be a lifetime partner, then!











March 16th, 2015
11:31 p.m.

Sabtu, 20 Desember 2014

Finding Soulmate





"Lucu kali yaa kalo punya suami penyanyi?"




Celetukan seperti itu terlontar begitu saja di malam hari sepulang kerja saat menunggu hujan reda. Celetukan yang entahlah, sebenarnya wajar, atau terdengar putus asa, atau sekadar terbawa suasana. Saat itu saya tengah memutar lagu sembari menatap jalanan yang dibasahi hujan, yang kemudian disambar oleh angan seorang teman yang mendamba bersuamikan seorang penyanyi. What a life of twenty-something ladiez! :D

Sebagai seorang wanita yang sudah memasuki usia kepala dua, rasanya topik seputaran percintaan dan pencarian belahan jiwa (lagi, pake dibelah segala. jadi ribet sendiri kan nyarinya) menjadi makanan sehari-hari dan tak akan ada habisnya diperbincangkan (ya bow, tau sendiri kan kalo bahannya abis ya jadi kelaperan doong). Seperti yang terjadi di malam yang berhujan, hanya karena saya memutar lagu cinta dari seorang penyanyi yang emang supercharming and adorable, jadilah tercipta angan-angan untuk punya pasangan impian. Saat itu sih saya dan teman-teman gak langsung ngerumpiin perihal pasangan (secara belum ketemu atau belum ditemukan), tapi gak tau kenapa yah sayanya yang jadi kepikiran.

Jadi ginii, yang membuat saya kepikiran adalah di saat kita (terutama para wanita dengan usia 20an) belum bertemu dengan pasangan tersayang, maka yang bisa dilakukan adalah membentuk angan akan seperti apakah pasangan kita tersebut nantinya. Ada yang memasang kriteria untuk mendapatkan pasangan yang ganteng. Ada yang pengin pasangannya nanti punya jiwa kebapakan, ada yang punya selera humor yang asyik, atau ada juga yang pengin punya keahlian khusus, seperti pintar masak, pintar nyanyi, atau pintar mijit (kalau pintar akting mau juga, gak?). Terkadang kita juga jadinya mencari role model sebagai sosok pasangan idaman, seperti kalau untuk penyanyi, penginnya yang dandy and funny kayak Michael Buble, atau charming and cool kayak Adam Levine. Untuk aktor, mungkin pengin punya pasangan kayak Ryan Goosling atau si pemilik aksen seksi Jim Sturgess. Kalau ala pemain bola, pengin memiliki pasangan dengan tampang plus rekening bank milik Christiano Ronaldo, atau Bastian Schweni. Dan setiap kali memikirkan tentang akan seperti apa pasangan kita nantinya, sangatlah seru dan menyenangkan. Abisnya pasti mikirinnya yang baik-baik dan bagus dong ya. Dan setelah berangan-angan biasanya baru berpikir, “terus, bisa dapet di mana yah pasangan yang diidam-idamkan itu?”

Seperti yang terjadi pada pasangan yang saya kenal dan gak tau kenapa, berada di dekat mereka selalu menyenangkan. Keceriaan dan kehangatan selalu terpancar dari mereka berdua, dan juga kemesraan. Saya berpikir kalau pasangan ini sungguh serasi sekali dan selalu kompak sampai saya menemukan fakta yang jadinya lucu, dan ternyata pasangan ini tidaklah selalu kompak seperti yang saya pikirkan. Saat itu sang suami dengan wajah cengar-cengirnya bercerita ke saya kalau istri tersayangnya melabeli dia dengan, “a guy with no imagination”, cuma karena suaminya itu paling gak suka baca buku, sementara istrinya suka banget baca buku. Mendengarnya, saya pun cuma tertawa. Saya tak habis pikir melihat sang istri yang tak bisa lepas dari buku, sementara suaminya akan gampang sekali tertidur setiap kali baca buku, sehingga ia menghindarinya. Tapi rasanya, menilik hubungan mereka yang harmonis, hal itu bukanlah hal yang besar dan i think he got a big excuse form his wife: it’s okay you dislike reading, but you must like and love me forever :)


Sah-sah saja sebenarnya untuk punya kriteria pasangan idaman dan tersayang. Toh, buat yang belum menemukan pasangan, memang menjadi kesenangan tersendiri untuk menciptakan karakter pasangan sendiri. Namun, yang lebih seru lagi adalah  saat kita menemukan pasangan sejati. Akan banyak kejutan-kejutan , penyesuaian dan penerimaan yang mesti dilakukan apalagi kalau ternyata pasangan kita tidak sesuai dengan karakter rekaan kita sebelumnya :D. Tapi lucunya, kita akan excuse untuk kekurangan-kekurangan dari pasangan dan belajar untuk menerima pasangan kita just the way he is. Dari yang tadinya punya kriteria tinggi seperti punya suara semerdu Buble, tampang sekarismatik Michael Ballack, kantong setebel Ronaldo, lalu saat kita menemukan pasangan yang sesungguhnya, kita cuma bisa berkata sambil tertawa, “you’re the most wonderful people that i have, number one above those crazy charming guys.” But before you say it, make sure that he’s worth for all the love and privilage you are going to share ;).



...It's not easy when the road is your driver
Honey, that's a heavy load that we bear
But you know I won't be traveling a lifetime
It's cold out but hold out and do like I do
 

OhIneedyou...

*kemudian nti kalo punya anak penginnya yang punya suara merdu and supaclean macam Hanin. what a life of dreamy lives ;)*




December 21st
10:45 a.m.





 

Sample text

Sample Text